INFO PENTING UNTUK ANDA SILAHKAN KLIK LAMAN DI BAWAH INI
Rabu, 18 Februari 2015
Jumat, 21 Februari 2014
Karakterisitik anak usia Dini
Karakterisitik anak usia Dini
Menjadi Guru Paud/TK wajAib mengerti tentang psikologi anak, setidaknya memahami sedikit saja agar bisa maksimal dalam menjalankan tugasnya menjadi guru.
Siapa anak usia dini itu, anak usia dini adalah
anak yang berada pada rentang usia 0 - 6 tahun yang tercakup dalam program pendidikan
di Taman Penitipan Anak, PAUD dan TK.
Anak usia dini memiliki karakterisitik yang meliputi seperti :
1. Memiliki rasa
ingin tahu yang besar
2.
Merupakan
ribadi yang unik
3.
Suka berfantasi
dan berimajinasi
4. Masa paling
potensial untuk belajar
5. Menunjukkan
sikap egosentris
6. Memiliki
rentang daya akomodasi yang pendek
7. Bagian dari makhluk sosial
Selanjutnya kita akan melihat ciri-ciri perkembanganya :
7. Bagian dari makhluk sosial
Selanjutnya kita akan melihat ciri-ciri perkembanganya :
Masa bayi adalah fase pertumbuhan
dan perkembangan yang penting dalam sejarah kehidupan manusia. Periode ini juga
dianggap periode vital karena masa ini merupakan masa pembentukan awal anak
baik jasmani maupun mentalnya. Pada saat bayi lahir, kemampuan otak telah
terbentuk selama dalam kandungan sekitar 50% dan kemampuan itu terus bertambah
sampai dengan umur lima tahun. Pertumbuhan jasmani otak sangat bergantung
kepada kodisi kesehatan.
Pada usia 1-3 bulan, aktivitas
bayi dalam sehari semalam 75%, sedangkan 25% sisanya terdiri atas gerak
spontan, makan, minum,reaksi negatif seperti menangis, dan keadaan samar-samar.
Pada usia 4-6 bulan 50% aktivitas
bayi dalam sehari semalam adalah tidur, sedangkan 50% lainnya diisi dengan
aktivitas gerak spontan, makan-minum, reaksi negatif, bangun yang tenang,
antara bangun dan tidur, dan bereksperimen.
Pada usia 7-10 bulan 50%
aktivitas bayi dalam sehari semalam tidur, 50% lainnya digunakan untuk
aktivitas makan, minum, bangun yang tenang, reaksi negatif, antara bangun dan
tidur, gerakan impulsif dan reaksi-reaksi lainnya. Beberapa perubahan aktivitas
bayi pada bulan ke 10, anak sudah jarang menangis, menampilkan ekspresi muka
yang lucu, dari merangkak mencoba belajar berdiri, berupaya menjangkau dan
memegang benda sekitarnya dan memasukannya ke mulut, mulai belajar mengucapkan
kata-kata untuk menyatakan pikiran dan perasaannya,
- Anak kecil (2-3 tahun)
Ciri perkembangan penting pada
masa anak kecil, ialah anak oleh karena telah mencapai kematangan dalam
perkembangan motorik, seperti berjalan, belari,menggulingkan badannya,
menangkap, melempar, memukul, menendang; dan juga mencapai kematangan dalam
berbicara, maka anak mulai memasuki fase “membebaskan diri” dari dekapan ibu
dan lingkungan perlakuan sebagai bayi. Dengan kematangan yang dicapai anak
kecil mulai bereksplorasi dengan lingkungan fisik dan sosial. Apa saja yang ada
disekitarnya ingin di pegang, dicari tahu apa, mengapa, bagaimana. Rasa ingin
tahu (sense of curiosity) anak mulai tumbuh. Anak mulai mengembangkan hubungan
sosial. Ia mulai ingin terlibat dalam aktivitas bermain dengan teman sebaya,
walaupun belum intensif, cenderung bermain dengan aktivitas sendiri. Ia hanya
senang berada di antara teman-temannya sambil mengamat-amati cara-cara dan
aturan permainan. Dalam hal menggambar, tampak anak sekedar mencoret-coret saja
sebagai awal dari masa menggambar sebenarnya.
Masa anak kecil adalah momentum
awal bagi upaya melakukan pembimbingan secara intensif, sistematis, dan
profesional bagi anak sebab pada masa inilah anak mulai mengembangkan kemampuan
dalam simbol-simbol mental, berimaginasi, berbicara untuk berkomunikasi,
menggambar, dan bermain.
Ciri perkembangan penting pada
usia 4-6 tahun dari segi kemampuan motorik ialah anak telah mencapai kematangan
dalam berbagai fungsi motorik: kaki, tangan, kepala, dan badan. Perkembangan
kemampuan motorik ini diikuti dengan perkembangan intelektual dan sosio-emosional
anak.
Kematangan dalam perkembangan
berbagai aspek motorik, intelektual, emosional, sosial dan moral rata-rata anak
usia 4-6 tahun, maka dikembangkan satu sistem pendidikan yang dikenal di TK.
Prinsip pendidikan TK adalah mengembangkan kemampuan-kemampuan intelektual,
emosional, moral, spiritual,dan sosial, memalui aktivitas bermain. Jadi
aktivitas bermain merupakan kurikulum lokomotif bagi anak dalm proses belajar
mengembangkan berbagai aspek kemampuan diri yang dimilikinya. Oleh karena itu
pendidikan di TK sebenarnya berorientasi kepada pemantapan kemampuan motorik,
pengembangan kemampuan intelektual, emosional dan kreativitas, serta peletakan
dasar nilai-nilai moral dan disiplin pada anak melalui aktivitas bermain,
sebagai persiapan memasuki pendidikan formal di Sekolah Dasar. Dengan demikian,
bagi para guru dan pembimbing anak TK perlu memahami mengenai orientasi dan
strategi utama dalam pembelajaran. Imajinasi intelektual dan keinginan anak
untuk mencari tahu dan bereksplorasi terhadap lingkungan adalah ciri utama
aktivitas anak pada usia 4-6 tahun.
II. KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA DINI
- Kemampuan Kognitif Anak
Sesuai KBK-TK disebutkan bahwa pengembangan kemampuan kognitif anak usia
dini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir anak agar dapat mengolah
perolehan belajarnya. Menurut PIAGET menjelaskan bahwa kemampuan anak untuk
beradaptasi dengan lingkungannya sudah dirintis sejak kecil. Contohnya anak
sudah dapat membedakan warna, binatang, beberapa benda hidup dan benda mati.
Anak usia TK sudah bisa berhitung, mulai dari mengenal angka, mengukur,
menghitung benda. Perkembangan kognisi anak menurut Piaget terletak pada tahap
praoperasional. Pada tahap ini pemikiran anak masih didominasi oleh hal-hal yg
berkaitan dengan aktifitas fisik dan pengamatan sendiri.
- Kemampuan Sosial – Emosional Anak
Pengembangan ini bertujuan agar anak merasa percaya diri, mampu
bersosialisasidengan orang lain, menahan emosinya jika berada dalam suatu
keadaan sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan anak. Pengembangan
sosial anak dapat dikembangkan dengan mengajak anak untuk mengenal diri dan
lingkungannya. Interaksi dengan keluarga sendiri dan orang lain juga akan
menbantu anak membangun konsep dirinya. Dengan bermain anak dapat mengembangkan
kemampuan sosialnya, misalnya dengan bermain peran prilaku. Dengan belajar
beberapa peran tersebut, anak dapat belajar mengenai baik atau buruk, boleh
atau tidak dilakukan.
- Kemampuan Nilai Moral Agama Anak
Sesuai dengan KBK TK pengembangan kemampuan mengenal nilai dan moral agama
bertujuan agar anak dapat mengenal penerapan tatacara beribadah atau berdoa
sesuai agamanya, dan membiasakan mereka untuk hidup sesuai aturan agama,
tentunya sesuai dengan tingkat pemahaman anak TK.
- Kemampuan Fisik Motorik Anak
Hafidin, dkk menguraikan bahwa untuk pengembangan kemampuan motorik kasar
anak , guru terencana dapat mengajak anak untuk melakukan gerakan dan permainan
serta keghiatan yang membantu meningkatkan perkembangan keterampilan. Kegiatan
ini dapat diiringi musik atau irama. Termasuk dalam kegiatan ini adalah
melompat, memanjat, melalui rintangan, berguling. Kegiatan permainan sebaiknya
melibatkan seluruh kelompok anak dan membuat anak-anak bergerak.
- Kemampuan Bahasa Anak
Perkembangan bahasa anak TK masih jauh dari semprna. Namun demikian
potensinya bisa dirangsang lewat komunikasi yang aktif dengan menggunakan
bahasa yang baik dan benar. Kemampuan bahasa anak TK dapat ditumbuhkan dengan
membacakan cerita, berita atau surat untuknya atau bermain tebak-tebakkan kata,
mendongeng dengan alat peraga atau membuat pertanyaan – pertanyaan yang harus
dijawab anak. Keterampilan berbahasa anak harus diasah sejak dini, anak dapat
diarahkan untuk belajar menyimak, membaca, menulis, dan berbicara.
- Kemampuan Seni Anak
Kemampuan kemampuan seni bertujuan agar anak dapat menciptakan sesuatu
berdasarkan hasil imajinasinya, mengembangkan kepekaan, dan menghargai hasil
seni.Aktivitas seni unyuk anak TK yang lain adalah kegiatan bermain musik, kegiatan
bernyanyi, dan kegiatan menari. Bermain musik juga dapat meningkatkan
koordinasi mata tangan dan keterampilan motorik anak.
III.KECERDASAN
JAMAK (MULTIPLE INTELEGENCES)
- Kecerdasan Linguistik
Adalah keberdasan dalam memperoleh kata atau kemampuan menggunakan kata
secara efektif baik lisan maupun tulisan. Anak – anak yang versad dalam bidang
ini akan senang bercerita, membaca dan atau menulis cerita atau puisi.
Sebenarnya kecerdasan ini dapat meliputi empat keterampilan yaitu menyimak,
membaca, menulis, dan berbicara. Namun tak semua anak yang cerdas dalam
kecerdasan linguistik ini menguasai keempat keterampilan tersebut.
- Kecerdasan Logika Matematik
Adalah kecerdasan dalam hal angka dan logika. Kecerdasan ini melibatkan
keterampilan mengolah angka dan
kemahiran menggunakan logika atau akal sehat. Anak anak yang cerdas di
bidang ini akan senang bertanya dajn ingin tahu segala hal yang berkaitan
dengan peristiwa alam. Mereka juga senang berhitung dan mengerjakan hal hal
yang berkaitan dengan angka-angka.
- Kecerdasan Fisik (Kinestetik-Jasmani)
Adalah anak – anak yang sering tak dapat diam saat sedang duduk, makan, dan
biasanya anak yang cerdas dibidang ini adalah anak yang sering dan senang
bermain diluar. Mereka senang melompat, berlari, membuat sesuatu misalnya
melukis. Beberapa anak yang cerdas di bidang ini menjadi atlet atau penari atau
aktor yang baik. Anak – anak yang butuh dibidang ini butuh kesempatan untuk
belajar dengan bergerak ayau meragakan sesuatu .
- Kecerdasan Visual Spasial
Anak – anak pada usia ini suka membangun dengan balok – balokLego atau
melamun untuk menghasilkan sesuatu, seperti mesin atau bentuk bangunan yang
indah. Anak yang memiliki kecerdasan visual adalah seorang anak yang memiliki
kemampuan untuk memvisualkan gambar di dalam fikirannya atau seorang anak dapat
memecahkan suatu masalah atau menemukan suatu jawaban dengan memvisualkan suatu
gambar.
- Kecerdasan Intrapersonal
Anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal mempunyai kemampuan untuk
berfikir secara reflektif, mengacu pada kesadaran reflektif menangani perasaan
dan proses pemikiran diri sendiri. Anak yang cerdas dibidang ini sangat
memahami dirinya sendiri, apa kelemahan dan kekurangannya dan sangat percaya
diri.
- Kecerdasan Interprasional (Antarpribadi)
Adalah kemampuan berfikir lewat berkomunikasi dengan orang lain. Anak –
anak yang berbakat dibidang ini dapat memahami orang lain. Oleh sebab itu, anak
yang cerdas dibidang ini dapat menjadi pemimpin teman-temanya karena ia dapat
mengorganisir, dan pandai berkomunikasi dengan orang lain. Cara belajar terbaik
anak – anak yang cerdas di bidang ini adalah dengan berhubungan dan bekerjasama
dengan orang lain. Secara umum kecerdasan ini menganggu pada keterampilan
manusia, seperti keterampilan membaca, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan
orang lain.
- Kecerdasan Musikal
Anak yang cerdas dibidang musikal senang bernyanyi, bersenandung , atau
bersuil seorang diri. Jika mendengar suara musik anak akan menggerak-gerakkan
tubuhnya mengikuti irama dan ikut bernyanyi. Ada pula anak yang cerdas dibidang
ini dengan cara menunjukkan rasa apresiasi yang baik pada musik.
- Kecerdasan Naturalis
Adalah anak yang mempunyai keahlian mengenali dan mengkategorikan spesies
flora atau fauna serta kepekaan terhadap fenomena alam. Anak – anak dekat bakat
ini dapat menjadi seorang pencinta alam. Mereka lebih suka berada di alam
terbuka, mengumpulkan flora, fauna atau batu-batuan.
- Kecerdasan Eksistensialis
Adalah kemampuan seseorang untuk menempatkan diri dalam hubungan dengan
jangkauan kosmos terjauh, yang tak terhingga besar atau kecilnya, misalnya memahami
makna hidup dan cinta pada manusia.
Daftar Pustaka
:
Aisyah Siti. 2007. Modul
Pembelajaran Terpadu. Jakarta:
Universitas Terbuka
Ali Nugraha dan Neny Ratnawati. 2003. Kiat Merangsang Kecerdasan Anak.
Jakarta:
Puspa Swara
Rabu, 05 Februari 2014
Hindari Memberi Label Balita “Cengeng”
![]() |
| Ilustrasi www.tempo.co.id |
“Iya,
ini anak cengeng banget!” kalimat ini justru membuat anak memakai
tangisnya sebagai senjata untuk mendapatkan kemauannya. Di dalam
benaknya akan tertancap label bahwa dia anak cengeng. Maka ketika dia
mengalami kesulitan, dia hanya tahu satu cara mengatasinya, yaitu
menangis.
Balita juga tidak pernah belajar mengutarakan keinginannya, pendapat atau menyelesaikan masalahnya dengan benar. Lalu apa yang bisa orangtua lakukan?
Balita juga tidak pernah belajar mengutarakan keinginannya, pendapat atau menyelesaikan masalahnya dengan benar. Lalu apa yang bisa orangtua lakukan?
- Perhatikan mana tangisan yang benar, dan mana yang pura-pura. Biasanya tangisan palsu tanpa air mata, berkepanjangan atau berlebihan. Misalnya dengan berteriak atau merusak.
- Hadapi anak menangis dengan tenang, tidak berlebihan, tanyakan apa yang terjadi dan apa yang dia inginkan. Bila anak tantrum, diamkan sejenak. Biarkan dia meluapkan emosinya sebelum Anda ajak bicara. Yang terpenting, jangan pernah menyebut balita sebagai “Anak Cengeng.
Selasa, 04 Februari 2014
10 POLA ASUH ANAK CERDAS
Kecerdasan anak hingga besar nanti dipengaruhi faktor lingkungan dan
pola asuh yang diterimanya. Harus bagaimana agar ia tumbuh cerdas?
Perhatikan 10 hal ini.
- Bebaskan anak mengeksplorasi lingkungan. Lingkungan menjadi sarana luas bagi anak untuk belajar tentang berbagai macam hal. Eksplorasi di alam memicu anak aktif bergerak juga meningkatkan rasa ingin tahu anak terhadap berbagai aspek kehidupan. Dorong anak mengeksplorasi lingkungan yang baru dikenalnya –misalnya sambil menyusuri sungai, ia belajar tentang sifat air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah.
- Ikuti minat anak. Untuk menggali potensi luar biasa di dalam diri anak, beri dukungan penuh pada bidang-bidang yang disukai anak, kalau perlu ikut berlatih dan menjadi teman berlatih yang menyenangkan untuknya.
- Tuturkan pengetahuan tentang dunia dan isinya. Berikan anak fasilitas dan kesempatan untuk mengenal dunia beserta seluruh aspek kehidupan. Ini membuat anak berpandangan terbuka terhadap berbagai berbagai hal ‘baru’ sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.
- Bacakan aneka buku pengetahuan secara rutin dengan suara yang keras dan intonasi yang benar. Selain menumbuhkan minat membaca anak, anak juga akan menyerap pengetahuan dari buku untuk menunjang minatnya. Kebiasaan membaca buku juga menanamkan ikatan batin antara Anda dan si kecil.
- Jadilah model yang baik. Anak akan meniru orang tuanya. Maka, orangtua wajib menjadi role model atau panutan terbaik bagi anak –dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Tunjukkan minat Anda untuk selalu belajar dan menemukan hal-hal baru yang menarik dan kreatif bersama anak. Tunjukkan dan terapkan pola hidup sehat. Tunjukkan pula sikap menghargai serta empati kepada setiap anggota keluarga, orang lain, serta mahkluk hidup lain.
- Seringlah bertanya kepada anak. Ajukan beberapa pertanyaan kepada anak yang akan memancingnya untuk memberi jawaban berupa penjelasan yang juga merangsangnya untuk adu argumentasi. Atau ajak dia berdiskusi. Anda dapat memulainya dengan menanyakan secara rinci seputar hal-hal yang ia minati atau yang sedang dilakukannya. Selanjutnya, kembangkan untuk menggali jawaban dan pendapat anak terhadap berbagai hal.
- Beri kesempatan mengambil keputusan. Membiasakan anak untuk mengambil keputusan akan melatih anak untuk belajar sebab-akibat serta tanggung jawab. Melatih anak untuk mengambil keputusan juga akan memicu anak untuk belajar berpikir analitis dengan merangkaikan hal-hal yang sudah dipelajari dan dipahaminya.
- Tingkatkan kesempatan bersosialisasi. Semua pengalaman emosional yang diperoleh anak akan mempengaruhi pembentukan jalinan antar sel-sel saraf pada otaknya. Anak butuh kesempatan bersosialisasi seluas-luasnya karena akan memperkaya pengalaman emosional anak, serta sarana untuk belajar mengekspresikan perasaannya. Semakin baik kecerdasan emosional anak, semakin baik pula penyampaian rangsang antar sel-sel saraf pada otaknya.
- Cukupi kebutuhan gizinya. Nutrisi untuk otak, terutama DHA, terbukti berperan dalam perkembangan otak anak pada “periode emas”. Berikan konsumsi jenis makanan kelompok brain food, misalnya makanan sumber protein, untuk meningkatkan kemampuan berkonsentrasi, berpikir dan kewaspadaan.
- Jaga kesehatan anak. Olahraga atau latihan fisik tidak hanya membuat tubuh anak sehat, tapi juga membuat dia cerdas! Sebab, selain sirkulasi oksigen, gula dan zat gizi menjadi lancar ke seluruh tubuh dan otak, juga akan memicu produksi hormon untuk sel saraf (nerve growth factor). Dengan tubuh sehat, anak memiliki kesempatan luas untuk belajar berbagai hal, serta mengeksplorasi potensi kecerdasan dalam dirinya dengan optimal.
Rabu, 08 Mei 2013
Tips Pendidikan Anak Usia Dini
Berfokus pada
pendidikan anak Anda telah menjadi hal yang lebih penting sekarang daripada
sebelumnya. Anda tidak hanya memastikan bahwa
anak-anak Anda pergi ke sekolah terbaik tetapi juga memastikan bahwa pendidikan
mereka menyediakan mereka dengan segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk masa
depan.
Banyak orang tua
merasa sulit untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka, terutama untuk orang
tua yang bekerja. Tapi orang tua harus bersedia
berkorban demi kemajuan pendidikan anaknya. Lihatlah beberapa tips berikut ini yang
akan membantu Anda memastikan bahwa anak Anda menerima jenis pendidikan yang diajarkan
dengan benar.
Pertama, Anda harus
memahami kemampuan anak Anda. Anda perlu memahami kemampuan mereka sebelum Anda
mulai mengajari mereka sesuatu yang baru. Setiap anak
memiliki kebutuhan, kemampuan dan kekuatan yang berbeda. Sangat penting untuk
memahami anak Anda sendiri dan tidak membandingkannya dengan anak-anak yang
lain. Beberapa anak mungkin memiliki kecepatan belajar yang lebih lambat dibandingkan
dengan orang lain dan sebagai orang tua, Anda akan perlu mengidentifikasi itu. Luangkan waktu bersama anak Anda untuk memahami dirinya dan keterampilannya
serta menilai seberapa tajam dia dalam memilah hal-hal baru. Anda harus memahami mereka jika Anda benar-benar ingin mereka belajar
bisa belajar dengan baik.
Pastikan bahwa
lingkungan tempat anak Anda belajar adalah lingkungan belajar yang baik. Lingkungan sangat mempengaruhi kemampuan seorang anak untuk belajar. Anak membutuhkan lingkungan yang memungkinkan dia untuk berkonsentrasi. Bermain dan belajar harus seiring sejalan, sehingga harus ada beberapa
kegiatan bermain bersama dan beberapa kegiatan pendidikan.
Pastikan bahwa anak
Anda aman. Jangan memarahi mereka jika mereka
membuat kesalahan, karena kesalahan adalah langkah pertama untuk memperbaiki
kesalahan. Biarkan anak-anak belajar dari
kesalahan mereka. Ini membantu mereka belajar progresif
dan memperkuat landasan pendidikan mereka. Cobalah untuk
menjaga kepentingan mereka dengan membuat proses belajar menyenangkan.
Membantu anak berprestasi
dengan meningkatkan kemampuan mereka. Membuat mereka
belajar untuk mengharapkan lebih dari apa yang mereka bisa. Dorong mereka untuk menjadi lebih baik tetapi jangan sampai terlalu
memaksa mereka. Pikirkan kemampuan anak untuk menjadi lebih baik dan kemudian
menetapkan batas yang realistis bagi mereka untuk mencapainya.
Jika Anda benar-benar
ingin anak Anda belajar, Anda perlu bersabar. Pikiran anak-anak
masih berkembang dan Anda harus memberi mereka waktu. Anda harus konsisten dalam usaha Anda dan harus mengajar mereka bukan
untuk kepentingan itu, tapi untuk memastikan bahwa mereka belajar sesuatu. Membangun ikatan positif dengan anak Anda sehingga dia merasa nyaman
belajar dengan Anda. Jika Anda terlalu sibuk atau bersikap kasar kepadanya,
anak Anda mungkin akan takut kepada Anda. Ini akan menghambat proses belajar
dan anak mungkin akan kehilangan minat dalam pendidikannya.
Sebagai orang tua,
Anda harus aktif dalam membimbing anak dan memastikan mereka mendapatkan lembaga
pendidikan yang tepat. Temukan sekolah terbaik untuk mereka,
tapi Anda tetap harus membimbing mereka sepulang dari sekolah dan membantu
mereka serta mengajarkan mereka hal-hal baru untuk mereka pahami.
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembanganya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.
Pendidikan Anakk usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang
merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir
sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui
pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan
jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki
pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal,
nonformal, dan informal.
Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?
Berdasarkan hasil penelitian
sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika
anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang
jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika
anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan
nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.
Hal ini berarti bahwa perkembangan yang
terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan
perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga
periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan
yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan
periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya
datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.
Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini
akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang
paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman
kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah
bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan
kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.
Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini
itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang
paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya
menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda
berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.
Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:
Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Singkatnya, pendidikan anak usia dini
merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang
menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan
perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan
(daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio
emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai
dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Apa perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini di lembaga yang berkualitas dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini?
Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia) di lembag Pendidikan Anak Usia Dini yang bagus, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat
bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa
mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap
belajar, cepat beradaptasi, dansemangat untuk belajar.
Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini,
akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia
dini yang tepat, akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris.
Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh,
mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara
anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya,
jadinya lamban.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Begitupentingnya pendidikan ini tidak mengherankan apabila banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan ini hingga pemerintah Indonesia pun memberikan layanan pendidikan gratis hingga tingkat SMP.
Kamis, 20 Desember 2012
PELATIHAN BALLONING HIMPAUDI KOTA JKT TIMUR
Jakarta, Pelatihan Balloning khusus untuk guru PAUD yang di adakan di sebuah mall di bilangan jakarta timur membuat keceriaan tersendiri, tepatnya di TAMINI HIMPAUDI KOTA Jakarta timur sengaja membuat pelatihan Balloning dan Puppet show, antusias para peserta terlihat ketika nara sumber kak pujianto dengan totalitas mengajar bagaimana membuat ballon menjadi sebuah aktifitas anternatif bagi anak-anak usia emas,
Guru Harus di bekali kreatifitas, karena kalau tidak anak-anak didik tidak kreatif pula.
Acara yang diselenggarakan dengan durasi 5 jam membuat para peserta puas.
Guru Harus di bekali kreatifitas, karena kalau tidak anak-anak didik tidak kreatif pula.
Acara yang diselenggarakan dengan durasi 5 jam membuat para peserta puas.
Langganan:
Postingan (Atom)
BOLEH MENGHUKUM ANAK, SELANJUTNYA?....
M enghukum ‘harus’ dilakukan selanjutnya cukup mengancam, tidak perlu dan tidak harus selalu menghukum. Jadi misal anak nakal, dulu kita puk...
-
Tantangan kedepan akan semakin berat, dasyatnya perkembangan digital dan media sosial anak-anak harus benar-banar di suport untuk terus fo...
-
Hallo sahabat guru, Sudah pernahkah di sekolah sahabat guru mengadakan pagelaran panggung boneka? woww seru loh, walaupun dunia informasi sa...






















