Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2020

Anak Saya memiliki Hoby memukul apa yang harus saya lakukan

foto ilustrasi .hibunda.com


Oleh : Kak Pujianto

Salah satu tips mendidik anak adalah  dengan cara memberikan teladan, menurut Ir.Jarot wijanarko Pendiri The happy Holy Kids Edutaimen, dalam bukunya mengatakan “anak-anak adalah peniru ulung, anak akan mengucapkan apa yang dia dengar dan akan melakukan apa yang dia lihat.”
Jadi jangan heran dan bingung kalau suatu hari tiba-tiba anak anda berkata kasar  dan berlaku tidak sopan pada orang lain padahal anda tidak pernah mengajarinya, karena secara tidak sadar ternyata anda pernah melakuka tindakan yang kasar dan tidak sopan kepada pembantu atau suster dan di saksikan oleh anak anda. anak anda akan memelajarinya  dan akan melakukanya juga kepada orang lain atau justru kepada pembantu.
Suatu hari dalam seminar yang saya bawakan di HHK Center beberapa tahun yang lalu, seminar mini yang di khususkan untuk orang tua yang mengantar anak-anaknya melakukan kunjungan ke studio HHK saat itu, ada seorang ibu bertanya kepada saya ”Kak puji.anak saya berumur 15  bulan Belakangan ini  anak saya memiliki  hoby memukul, apa ada saran untuk menghentikanya?
Anak balita umur 13 sampai dengan 36 bulan pada umumnya memang suka memukul, karena itulah cara yang paling sering dilakukan anak untuk menunjukan agresivitasnya.  Apa lagi  bila selama ini banyak film bernuansa kekerasan yang di tontonya di televisi dan mulai menitukan adeganya, Tak heran jika anak merasa kesal, iya lantas mengungkapkanya lewat cara memukul.
Selain karena kemampuan bicaranya masih pas-pasan Balita 13 sampai dengan 36 bulan  memiliki faktor-faktor lain yang menjadi penyebab memiliki hoby memukul, yaitu sifat egosentris  alias masih melihat segala sesuatu dengan sudut pandang sendiri, sarana untuk cari perhatian, upaya membela diri, ataupun karena memiliki energi berlebihan namun bingung mencari  cara guna meluapkan energinya yang berlebihan itu
Saran saya adalah:
·         Cegah prilaku tersebut, saat anak mau memukul, orang tua harus segera menangkap tanganya, Lalu katakan “Stop!! Kamu tau kamu adalah anak baik dan memukul itu tindakan yang tidak baik, karena bisa menyakiti, jangan melakukan itu yah”

·         Beri batasan apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan saat bermain bersama teman-temanya

·         Jelaskan pula kalau ia menginginkan sesuatu yang ada di tangan temanya, mintalah secara baik-baik. Bukanya dengan mendorong atau memukul si teman. Demikian pula jika permainan itu harus antre menunggu giliran maka orang tua menjelaskan kepada anak bahwa dirinya pun harus masuk dalam antrean.

·         Jika anak tetap memukul, orangtua harus segera membawa anak pulang. Jangan menunggu sampai dia melakukannya yang ke 2-3 kali, baru orang tua bereaksi. Berlakulah konsisten.

·         Ajak anak berdialog,Jelaskan, dia boleh bermain mobil-mobilan lagi, asal dia berjanji tidak mengulangi lagi tindakan agresifnya. Cara ini lebih efektif daripada orangtua berteriak-teriak atau bahkan memukul anak.

·         Orang dewasa patut memberikan contoh pada anak, misalnya jangan sampai memotong antrean mobil di jalan, atau ketika berbaris mengambil makanan di acara pesta.

·         Jangan melakukan tindakan yang mirif dengan gerakan memukul, dan jangan biarkan anak anda menonton tontonan yang melakukan adegen memukul

Senin, 30 Oktober 2017

CARA MEMBUAT PROSES BELAJAR YANG MENYENANGKAN

Oleh : Kak Pujianto SPd

Bagaimana sih agar kegiatan belajar menjadi proses yang menyenangkan bagi ke duabelah pihak tentunya pihak yang di ajar dan yang mengajar? mudah kok, bagaimana caranya? caranya sangat mudah karena sebagian teman-teman guru sebenarnya bisa melakukannya dan caranya bukan cara yang membutuhkan kursus atau wokshop yang berhari hari, lalu bagaimana?

1. Jadilah guru yang bergairah
Jangan jadi gur yang loyo, kenapa banyak guru loyo bahkan terlihat sangat lelah, mukanya cemberut dan jauh dari gaerah. Guru yang tidak bergaerah akan membuat kelas tidak menyenangkan, ingat keceriaan anak-anak itu di pengaruhi oleh guru yang bergaerah.

2. Guru harus berfikir positif
Jangan mudah berfikir negatif, tapi berfikir positif, kalau pikiran kita positif maka biasanya apa yang kita kerjakan akan menghasilkan yang positif, pandang anak-anak dengan positif, pandang rekan guru di sekolah kita dengan positif, jangan mudah berprasangka buruk dengan orang lain termasuk dengan anak-anak didik kita

Selasa, 19 September 2017

TIPS MENDIDIK ANAK BUAT ANDA YANG SIBUK



Berfokus pada pendidikan anak Anda telah menjadi hal yang lebih penting sekarang daripada sebelumnya. Anda tidak hanya memastikan bahwa anak-anak Anda pergi ke sekolah terbaik tetapi juga memastikan bahwa pendidikan mereka menyediakan mereka dengan segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk masa depan.
Banyak orang tua merasa sulit untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka, terutama untuk orang tua yang bekerja. Tapi orang tua harus bersedia berkorban demi kemajuan pendidikan anaknya. Lihatlah beberapa tips berikut ini yang akan membantu Anda memastikan bahwa anak Anda menerima jenis pendidikan yang diajarkan dengan benar.

Senin, 22 Mei 2017

Saat Anak Kepergok Nonton Film Porno, Apa yang harus di lakukan?

Syok luar biasa pastinya, ketika Anda mendapati si praremaja Anda sedang asyik menonton adegan-adegan erotis film porno di layar laptop. Anda spontan berteriak, sementara si praremaja mematung dengan wajah tak berdaya, merasa bersalah, sekaligus ketakutan. Ya, rasanya memang campur aduk, antara tak percaya, marah, gemas, dan takut. Sebagai orang tua, Anda juga merasa bersalah karena tak bisa menjaga dan melindungi anak dari pengaruh buruk.

Sekadar marah-marah dan melarang  jelas bukan solusi bijaksana. Apalagi, seks sesungguhnya bukanlah perbuatan kotor dan menjijikkan yang perlu dijauhi, apalagi dihindari manusia. Justru sebaliknya, seks adalah perbuatan alamiah sebagai sarana reproduksi manusia dan ungkapan kasih sayang dua orang yang saling mencintai.

Minggu, 21 Mei 2017

BILA ANAK ANDA BICARA KASAR COBA LAKUKAN 10 Hal Ini



PERTANYAAN :
Apa yang bisa di lakukan ketika anak balita suka berkata kasar?

JAWABAN
Anak sering bereksperimen dengan kata, dan sangat ingin tahu bagaimana orang dewasa akan bereaksi. 
Hampir semua anak pernah mengatakan atau mengekspresikan kata kasar. Meski begitu, sering kali ia tidak tahu arti kata yang diucapkan. Bisa jadi, ia hanya mencari perhatian Anda, merasa senang atau bangga melihat reaksi ‘kaget’ dan perasaan tidak nyaman orang dewasa akibat perilakunya itu. Itulah pendapat dari Yapina Widyawati seorang psikolog dari Fakultas Psikologi UNIKA Atma Jaya, Jakarta yang di lansir parenting.co.id

Senin, 20 Maret 2017

Bolehkah Menghukum Anak Kita


Kalau ada pertanya anak Bolehkah kita menghukum anak kita sendiri, atau anak didik kita di sekolah? Saya menjawab boleh dan silahkan.
 

Boleh menghukum tapi tau waktunya kapan dan berapa lama, mari kita bahas tentang menghukum dan apa yang harus kita perhatikan.

SATUAN WAKTU

      Satu konsep tentang hukuman adalah adanya satuan waktu.   Kalau kita menghajar setiap waktu itu bukan mendidik, bukan mendisiplin anak, tetapi ngamuk dan amarah, itu hoby atau kebiasaan, bahkan perilaku yang keluar dari hati yang jahat.  Jika orang tua menghajar setiap waktu, anak tidak akan hormat  tetapi takut, kita perlu membuat anak hormat dengan orang tua dan bukan takut dengan orang tua.

      Kapan kita mendisiplin anak ? Saat anak berbuat yang melanggar aturan, etika, norma atau hukum yang kita buat.  Seberapa lama kita mendisiplin anak ?  Sesuai fungsi hukuman adalah untuk menyadarkan kesalahan, jika anak sudah merasa salah maka kita harus berhenti menghukumnya.  Jangan anak sudah merasa dan menyadari kesalahannya, kita masih ngomel, marah, berteriak-teriak, karena kita merasa belum selesai berbicara, belum puas. “Lihat mama, mama belum selesai biacara! ...bla bla bla.....”  Dan kita berbicara terus ‘nyerocos’ sampai puas.  Ini tidak mendidik,  ini amarah.

      Misal kita menghukum dengan ‘memarahi’ selama 5 menit, anak sudah menyadari kesalahannya, dan kita tetap meneruskan ‘didikan’ kita, sampai 15 menit, ini justru merusak fungsi didikan di 5 menit pertama tadi.  Karena anak bisa saja mendengar yang kita ucapkan, tetapi dalam hatinya mereka berkata;

“Mama bawel, mama bawel…   .!”
“Emangnya gue pikirin!” 
“Banyak omong lu ... emangnya gue dengerin... ”

      Anak tidak jadi menyadari kesalahannya, tetapi justru membenci atau kepahitan, merasa diperlakukan tidak adil atau diperlakukan seperti ‘anak kecil’.
      Janganlah marah berubah menjadi amarah (atau marah-marah), menjadi dendam, menjadi menyerang pribadinya dan bukan kesalahannya.  Biarlah marah adalah bagian mendidik, yang dilakukan secara sadar dan terkendali, ada satuan waktu dan ukurannya.

      Orang bijak berkata: “Boleh marah, tetapi jangan sampai matahari terbenam dan masih ada amarahmu”  Orang Jawa di kampung saya sering berkata; “Kalau sudah Mahgrip jangan marah-marah nanti ada setan lewat”

      Saya  menasehati, supaya marah tidak berubah menjadi dosa, marah ada waktunya, tidak boleh terus terbawa hingga esok hari, artinya menjadi kebencian atau dendam.  Jangan  sampai  menjadi ‘persepsi’ kita akan anak tersebut.  Anak bisa berbuat kesalahan, tetapi tidak berarti itu kepribadian anak, karena kepribadian sendiri bisa dibentuk dengan cara mendidik yang benar.  Jika membangun persepsi yang salah tentang si-anak dan setiap kali marah, selalu mengungkit ungkit kesalahan sebelumnya untuk memperkuat argumen kita, bahwa anak ‘memang begitu’, maka ini berbahaya, karena anak akan menjadi ‘begitu’ karena dipersepsikan ‘begitu’.

Rabu, 25 November 2015

BAGAIMANA MENGAJARKAN CALISTUNG PADA ANAK USIA DINI

PAUD/TK adalah masa pra- sekolah bukan sekolah yang sebenarnya. anak baru latihan sekolah, agar nanti pada saatnya sekolah yang sebenarnya tidak kaget, anak baru latihan bangun pagi, latihan belajar termasuk kegiatan belajar membaca, Menulis dan berhitung. jangan paksakan anak untuk cepat bisa menulis, membaca dan menghitung.

Anak baru mengenal hufuf belum belajar membaca, baru mengenal angka dan mulai belajar berhitung bukan belajar matematika, jadi tidak boleh dipaksa untuk bisa membaca, tidak boleh di paksa untuk menghitung  menjumlahan, perkalian seperti anak yang sudah masuk di sekolah dasar. anak yang di paksa di pra sekolah maka dalam tingkat SD kelas 3-4 biasanya anak sudah mulai bosen, dari bosen membaca, stress dan tidak sedikit membrontak, males bangun pagi, males belajar dan males datang ke sekolah, sekolah akan menjadi kegiatan yang menyebalkan.

Guru PAUD harus bisa menemukan metode-metode dalam kegiatan belajar misalnya metode cara membaca dan berhitung. 

Carilah metode-metode yang kreatif untuk mengajar CALISTUNG pada anak usia dini agar anak akan merasa senang .


BAGAIMANA MENGAJAR KAN CALISTUNG 
PADA ANAK USIA DINI 


1. Lewat permainan, tebak huruf, tebak angka, tebak warna, tebak
      bentu, lomba cari huruf dan angka, kumpulkan balok angka, 
    menyusun angka dan huruf, tendang angka dan huruf dan 
    lain-lain yang intinya anak-anak akan mengenal berbagai angka 
    dan huruf.

2. Tebalkan Hufuf dan angka 

     Buatlah hufuf dengan garis yang tipis, kemudian suruhlah anak 
     untuk menebalkan dan menyebutkan huruf/angka apakah itu, 
     ulangi terus menerus.

3. Melihat suku kata bukan di eja, misalnya kuda, bukan di eja
            K-U = KU dan D-A = DA bukan seperti itu tapi, KU dan DA 
    kuda berikan gambarnya KU dan DA menjadi KUDA


4. Lengkapi huruf yang hilang, misalnya KU_A atau AN_SA dan
    lain lain. mulailah dari satu huruf, besok dua huruf dan 
    seterusnya sampai dengan satu suku kata, dan tetap sertakan   
    gambarnya

5. Tempelkan huruf, angka dengan warna bentuk yang cocok, atau  
     cocokan suku kata dengan gambar yang cocok.

6. Hitunglah benda di sekitar anak

    (Selanjutnya bisa buat kegiatan Outbound Kalistung)

Sabtu, 07 November 2015

TIPS MENJADI GURU PAUD YANG KREATIF

Foto : Pelatihan guru PAUD se pangkalan bun
BAGAIMANA MENJADI GURU YANG KREATIF 
Ada 12 tips untuk menjadi guru yang kreatif, salah satunya adalah :

1. MEMILIKI MOTIFASI ATAU TUJUAN YANG BENAR


Motifasi berhubungan dengan tujuan,  Motifasi/Tujuan yang benar akan mengantarkan guru menjadi pribadi yang kreatif.

Apapun  pekerjaan atau profesi seseorang apabila  memiliki tujuan yang benar maka akan menghasilkan sesuatu yang benar, hal yang paling penting sebelum seseorang melakukan pekerjaan atau kegiatan hendaknya tau tujuan apa yang akan di capai. Apa motifasi atau tujuan anda memilih menjadi guru paud?
Apakah karena suka sama anak-anak? kalau hanya sekedar suka, apalagi suka anak karena anak-anak wangi, menyenangkan, lucu?

Kalau itu jawababnya anda  maka anda akan kecewa, coba kalau ternyata anda menemukan anak yang ingusan, pipis sembarangan, buandel dan mudah di atur? 

Bagaimana dengan anda seorang guru PAUD, Apa Tujuan anda memilih menjadi guru PAUD? Target apa yang ingin anda capai.

TUJUAN ANDA INGIN ANAK DIDIK ANDA BISA NYANYI
Kalau anda ingin melihat anak didik anda bisa nyanyi dengan benar, maka saya yakin anda akan mengajarkan menyanyi dengan benar, bagaimana anda mengajarkan cara menyanyi dengan benar? saya yakin anda akan belajar terlebih dahulu cara menyanyi yang benar.  

TUJUAN ANDA INGIN MELIHAT ANAK DIDIK KREATIF
Saya yakin anda akan membekali diri anda terlebih dahulu dengan hal-hal yang kreatif, anda akan belajar darimana saja, dari media apa saja agar anda kreatif bukan?.


JADI MILIKILAH TUJUAN DENGAN BENAR
Sekali lagi Tujuan/Motifasi anda yang akan menentukan kreatifitas anda.

Apakah motifasi anda sekarang?

SENANG  SAMA ANAK KECIL
Senang sama anak kecil tidaklah salah, justru itu modal utama seorang guru PAUD, saya membayangkan seandainyai anda seorang guru PAUD tapi tidak senang dengan anak, maka saya yakin anda akan mengalami masalah yang sangat berat bahkan anda akan stres setiap hari.
Pertanyaan selanjutnya adalah  kenapa anda senang dengan anak kecil? mukin sebagian orang berkata dan menjawab " saya senang anak kecil karena anak kecil itu wangi, lucu dan menggemaskan."
saya yakin anda juga tidak akan bertahan lama menjadi guru, kenapa? karena tidak semua anak kecil itu lucu, wangi dan menggemaskan, bagaimana kalau saat anda sedang mengajar ada anak kecil yang ingusan, pipis di celana dll.masih mau ngak  menjadi guru PAUD.


UANG?
Jangan jadi guru PAUD kalau tujuanya hanya ingin mencari uang, kalau anda ingin mencari uang saya sarankan anda berbisnis saja, atau jadi pengusaha, sangat mengerikan apabila anda mengajar mau menjadi guru PAUD hanya karena anda hanya ingin mendapatkan uang, saya yakin setiap hari yang ada dalam pikiran anda hanya uang-uang dan uang, tidak ada waktu untuk belajar/mengisi otak anda dengan hal-hal yang kreatif, bukan hanya itu saya juga bisa memastikan kalau tidak lama lagi anda akan kecewa.

Guru juga butuh uang, untuk transportasi, makan dan lain sebagainya, akan tetapi kalau tujuan untama anda hanya karena uang maka anda tidak akan kreatif selamanya.


11 TIPS SELANJUTNYA

11 tips selanjutnya bisa anda dapatkan melalui E-BOOK Lengkap.
anda bisa menghubungi kami sekarang juga.

WA. 0812 8641 0808
email : pedomangurukreatif@yahoo.com

di bawah ini paket E-book yang anda bisa miliki,
silahkan Pilih Paket E-book di bawah ini;

1.  Profesi Guru
2. Kompentensi guru
3. Strategi pembelajaran
4. 50 Permainan untuk anak TK/PAUD
5. Membuat aktifitas dengan ballon
6. Membuat aneka boneka jari
7. Tips mempromosikan sekolah yang efektif
8. 35 Tanya jawab tentang kenakalan anak
9. Makanan yang mencerdaskan bagi anak usia dini
10. Puppet Show


WA. 0812 8641 0808
email : pedomangurukreatif@yahoo.com

Rabu, 15 April 2015

MENJADI GURU PAUD HARUS KREATIF, BAGAIMANA CARANYA?


Menjadi guru PAUD/TK harus kreatif, kalau di bilang "wajib" ya memang wajib, kenapa? karena guru yang kreatif akan sangat efektif. guru yang kreatif akan mudah di sukai oleh anak-anak didiknya, anak akan menempel kaya prangko.

Bu Ani adalah guru TKA, hampir setiap hari ani, budi dan ilham selalu menunggu kehadiranya, bahkan sesampainya di sekolah bu andi di glendoti ketiga bahkan murid yang lain, kalau bu ani bercerita atau mendongeng anak-anak seperti tidak mau ceritanya selesai, apalagi kalau bu ani membuat prakarya tidak ada seorangpun murid yang bermain sendiri.

Kenapa demikian, karena bu ani guru yang kreatif, kalau anak sudah mau nempel maka apapun yang akan kita sampaikan pada anak akan mudah di ikuti.

Bu ani sangat di tunggu tunggu  muridnya, kenapa karena dia guru yang kreatif. sebaliknya guru yang tidak kreatif akan membuat muridnya tidak betah di kelas apalagi kalau sudah tidak kreatif di tambah lagi galak hemmm, bukan tidak lagi di sukai malahan muridnya tidak mau datang kesekolah.

Guru yang kreatif juga efektif sebagai daya tarik dan promosi sekolah, kita tidak perlu membuang biaya untuk memasang iklan di TV, reklame di jalan-jalan, iklan dimajalah kenapa, karena orang tua murid akan menceritakan ke orang tua yang anaknya belum di sekolahkan di sekolah anda. ( bisa baca di tips promosi sekolah yang efektif )

Jadilah guru yang kreatif, karena tidak bisa kita pungkiri media diluar sekolah menawarkan segudang kreatifitas, permainan, games yang sangat-sangat kreatif dan sangat menarik perhatian anak-anak mgelalui berbagai media, gadget seperti HP, Android, playstasion bahkan internet.

Mari persiapkan diri, bekali diri dengan metode metode yang menarik dalam mengajar anak AUD, agar anak-anak tertarik,ingat, saat anak tertarik disitulah guru bisa menyampaikan pelajaran dan pesan karakter dengan leluasa.

BERMAIN

Usia dini adalah usia bermain bukan usia sekolah maka bermain adalah kebutuhan setiap anak, guru harus menyajikan sebuah kegiatan belajar melalui permainan atau dengan cara bermain. istilah disekolah TK/PAUD bukan belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar tapi belajar melalui atau dengan bermain atau permainan, bukan belajar sambil bermain.
PAUD/TK adalah masa pra- sekolah bukan sekolah yang sebenarnya. anak baru latihan sekolah, agar nanti pada saatnya sekolah yang sebenarnya tidak kaget, anak baru latihan bangun pagi, latihan belajar, baru mengenal hufuf belum belajar membaca, baru mengenal angka dan mulai belajar berhitung bukan belajar matematika, jadi tidak boleh dipaksa untuk bisa membaca, tidak boleh di paksa untuk menghitung  menjumlahan, perkalian seperti anak yang sudah masuk di sekolah dasar. anak yang di paksa di pra sekolah maka dalam tingkat SD kelas 3-4 biasanya anak sudah mulai bosen, dari bosen membaca, stress dan tidak sedikit membrontak, males bangun pagi, males belajar dan males datang ke sekolah, sekolah akan menjadi kegiatan yang menyebalkan.

Guru PAUD harus bisa menemukan metode-metode dalam kegiatan belajar misalnya metode cara membaca dan berhitung. 

Dalam mendisiplinkanpun bukan di paksa untuk disiplin tetapi belajar disiplin dari mulai hal yang kecil seperti cuci tangan sebelum makan, berdoa sebelum belajar, berbaris sebelum masuk kelas dan memberi salam sebelum pulang.

Carilah metode-metode yang kreatif untuk mengajar anak usia dini agar anak akan merasa senang di dunianya. ingat anak usia dini itu akan melakukan apa yang dia lihat dan menirukan apa yang dia dengar, sedangkan guru itu di gugu lan di tiru ( di ikutin dan di tirukan ) jadi belajarlah kreatifitas yang baik dan miliki karakter yang baik pula agar anak akan meniru yang baik.


BAGAIMANA MENGAJAR KAN CALISTUNG 
PADA ANAK USIA DINI 

1. Lewat permainan, tebak huruf, tebak angka, tebak warna, tebak
      bentu, lomba cari huruf dan angka, kumpulkan balok angka, 
    menyusun angka dan huruf, tendang angka dan huruf dan 
    lain-lain yang intinya anak-anak akan mengenal berbagai angka 
    dan huruf.

2. Tebalkan Hufuf dan angka 

     Buatlah hufuf dengan garis yang tipis, kemudian suruhlah anak 
     untuk menebalkan dan menyebutkan huruf/angka apakah itu, 
     ulangi terus menerus.

3. Melihat suku kata bukan di eja, misalnya kuda, bukan di eja
            K-U = KU dan D-A = DA bukan seperti itu tapi, KU dan DA 
    kuda berikan gambarnya KU dan DA menjadi KUDA
 

4. Lengkapi huruf yang hilang, misalnya KU_A atau AN_SA dan
    lain lain. mulailah dari satu huruf, besok dua huruf dan 
    seterusnya sampai dengan satu suku kata, dan tetap sertakan   
    gambarnya

5. Tempelkan huruf, angka dengan warna bentuk yang cocok, atau  
     cocokan suku kata dengan gambar yang cocok.

6. Hitunglah benda di sekitar anak

    (Selanjutnya bisa buat kegiatan Outbound Kalistung)


Ciri-ciri guru kreatif:
1. Mengerti dan sadar kalau dilrinya adalah seorang guru
Guru yang yang tidak sadar kalau dirinya adalah seorang guru maka akan cenderung acuh dengan profesinya, tidak memiliki tujuan ke depan

2. Mau melangkah dan terus mencoba hal yang baru
Langkahnya tidak akan berhenti sampai menemukan hal yang baru, dia akan terus mencoba dan mencoba. kegagalan bagi dirinya adalah momen yang berharga untuk mencapai kesuksesan

3. Tidak gampang puas
Kepuasanya adalah ketika melihat anak didiknya kreatif

4. Terus belajar
Belajar dari berbagai media, literature, alam, tempat wisata bagkan dari teman, anak didik dan semua yang di lihat adalah sesuatu yang penting untuk di pelajari.

5. Tidak malu (Muka tebal hati suci )
Seakan akan urat malunya putus, tidak kenal malu saat didepan murinya, muka tebal hati suci artinya tidak punya malu untuk memberikan contoh, mengajar anak dan memiliki hati yang tulus serta ikhlas







Rabu, 08 Mei 2013

Tips Pendidikan Anak Usia Dini

Berfokus pada pendidikan anak Anda telah menjadi hal yang lebih penting sekarang daripada sebelumnya. Anda tidak hanya memastikan bahwa anak-anak Anda pergi ke sekolah terbaik tetapi juga memastikan bahwa pendidikan mereka menyediakan mereka dengan segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk masa depan.


Banyak orang tua merasa sulit untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka, terutama untuk orang tua yang bekerja. Tapi orang tua harus bersedia berkorban demi kemajuan pendidikan anaknya. Lihatlah beberapa tips berikut ini yang akan membantu Anda memastikan bahwa anak Anda menerima jenis pendidikan yang diajarkan dengan benar.
Pertama, Anda harus memahami kemampuan anak Anda. Anda perlu memahami kemampuan mereka sebelum Anda mulai mengajari mereka sesuatu yang baru. Setiap anak memiliki kebutuhan, kemampuan dan kekuatan yang berbeda. Sangat penting untuk memahami anak Anda sendiri dan tidak membandingkannya dengan anak-anak yang lain. Beberapa anak mungkin memiliki kecepatan belajar yang lebih lambat dibandingkan dengan orang lain dan sebagai orang tua, Anda akan perlu mengidentifikasi itu. Luangkan waktu bersama anak Anda untuk memahami dirinya dan keterampilannya serta menilai seberapa tajam dia dalam memilah hal-hal baru. Anda harus memahami mereka jika Anda benar-benar ingin mereka belajar bisa belajar dengan baik.
Pastikan bahwa lingkungan tempat anak Anda belajar adalah lingkungan belajar yang baik. Lingkungan sangat mempengaruhi kemampuan seorang anak untuk belajar. Anak membutuhkan lingkungan yang memungkinkan dia untuk berkonsentrasi. Bermain dan belajar harus seiring sejalan, sehingga harus ada beberapa kegiatan bermain bersama dan beberapa kegiatan pendidikan.
Pastikan bahwa anak Anda aman. Jangan memarahi mereka jika mereka membuat kesalahan, karena kesalahan adalah langkah pertama untuk memperbaiki kesalahan. Biarkan anak-anak belajar dari kesalahan mereka. Ini membantu mereka belajar progresif dan memperkuat landasan pendidikan mereka. Cobalah untuk menjaga kepentingan mereka dengan membuat proses belajar menyenangkan.
Membantu anak berprestasi dengan meningkatkan kemampuan mereka. Membuat mereka belajar untuk mengharapkan lebih dari apa yang mereka bisa. Dorong mereka untuk menjadi lebih baik tetapi jangan sampai terlalu memaksa mereka. Pikirkan kemampuan anak untuk menjadi lebih baik dan kemudian menetapkan batas yang realistis bagi mereka untuk mencapainya.
Jika Anda benar-benar ingin anak Anda belajar, Anda perlu bersabar. Pikiran anak-anak masih berkembang dan Anda harus memberi mereka waktu. Anda harus konsisten dalam usaha Anda dan harus mengajar mereka bukan untuk kepentingan itu, tapi untuk memastikan bahwa mereka belajar sesuatu. Membangun ikatan positif dengan anak Anda sehingga dia merasa nyaman belajar dengan Anda. Jika Anda terlalu sibuk atau bersikap kasar kepadanya, anak Anda mungkin akan takut kepada Anda. Ini akan menghambat proses belajar dan anak mungkin akan kehilangan minat dalam pendidikannya.
Sebagai orang tua, Anda harus aktif dalam membimbing anak dan memastikan mereka mendapatkan lembaga pendidikan yang tepat. Temukan sekolah terbaik untuk mereka, tapi Anda tetap harus membimbing mereka sepulang dari sekolah dan membantu mereka serta mengajarkan mereka hal-hal baru untuk mereka pahami.

Kamis, 11 Oktober 2012

CARA & TIPS MENDIDIK ANAK


Pedoman Para Guru.blogspot.com.Setiap orang tua pasti menginginkananaknya sukses secara akademik di sekolah, dan merupakan kebanggaan jika anak kesayangannya mendapatkan ranking satu di kelasnya. bahkan tak sedikit orang tua yang memaksakan anaknya untuk belajar setiap hari, bahkan mengikuti bermacam-macam les sampai-sampai lupa akan keterbatasan kemampuan anak.
banyak orang tua yang memaksakan anak untuk mendapatkan rangking karena orang tua sedang terlibat persaingan antar sesama orang tua akan keberhasilan mereka dalam mendidik anaknya untuk meraih rangking pertama  di sekolah.

Dalam buku Anak Cerdas yang di tulis oleh Ir jarot wijanarko pendiri Happy Holy Kids di tulis bahwa menurut Daniel guleman keberhasilan dipengaruhi 80 %kecerdasan hati. artinya orang yang berhasil dagang misalnya bukan yang pintar otaknya saja namun yang hatinya baik.
Kalau kita melihat orang-orang besar dunia, banyak dari mereka yang sukses justru memiliki catatan prestasi akademik yang pas-pasan bahkan bisa dibilang buruk namun mereka sukses di bidangnya, sebut saja Albert Einstein, Charles Darwin atau pemilik raksasa software dunia Bill Gates, pemain golf kelas dunia Tiger Wood dan masih banyak lagi.

Kesimpulanya adalah selain IQ ada kecerdasan lain yang juga tidak kalah besar pengaruhnya terhadap prestasi seorang anak, ada kecerdasan emosi (EQ: emotional quotient), kecerdasan sosial (social quotient) dan yang baru-baru ini banyak di sebut-sebut orang yaitu kecerdasan spritual (spiritual quotient).

Bagaimana cara mendidik anak dalam keluarga


Kenali bakat dan minat anak
Berilah kebebasan bagi anak untuk mengikuti beberapa kegiatan extrakulikuler di sekolah atau di lingkungan rumah, seperti sepak bola, bulutangkis, berenang, bela diri menyanyi bermain musik, melukis dan lain sebagainya. Dari kegiatan ini kita bisa menggali bakat dan minat anak.

Jangan membanding-bandingkan anak
Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda, mempunyai kelebihan dan kekurang masing-masing, ada anak yang kurang dalam hitungan tetapi memiliki kelebihan dalam bahasa, tidak bisa kita membandingkan dengan saudaranya yang memiliki prestasi baik dalam matematika tetapi buruk dalam kesenian.

Ajari anak dengan keteladanan
Kita tidak bisa memaksa anak untuk mengosok gigi setiap menjelang tidur kalau kita sendiri sebagai orang tuanya tidak pernah melakukan hal itu, ajaklah anak untuk melakukan shalat lima waktu dengan memberi contoh melaksanakan shalat, begitupun dengan kejujuran dan akhlak yang baik.

Kompaklah dalam medidik anak
Jika si Ibu menyuruh anaknya untuk belajar, maka si Ayah jangan membiarkan anaknya untuk terus-menerus bermain game. Ayah dan ibu harus memiliki visi dan misi yang sama dalam mendidik anak.

Sediakan waktu yang cukup bersama anak
Jangan berikan waktu sisa untuk anak, luangkan waktu untuk menjalin kebersamaan bersama anak karena sudah menjadi hak anak untuk meminta waktu dari orang tuanya, jangan biarkan anak untuk lebih memilih lingkungan lain di luar keluarga dalam mengemukakan unek-uneknya karena bukan tidak mungkin malah mendapatkan saran-saran negatif dari lingkungan pergaulannya.

Perlakukan anak secara postif
Jangan pernah mengatakan sesuatu yang negatif terhadap anak kita misalnya : "dasar bodoh begini aja nggak bisa...!" perkataan orang tua adalah doa, berusahalah untuk menghargai anak secara positif, puji dan beri penghargaan terhadap anak apabila anak kita melakukan hal-hal yang baik karena hal ini akan menimbulkan dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Anak adalah anugerah dan titipan bukan beban, perlakukan anak sebagai individu yang memiliki hak yang sama seperti orang dewasa lainnya, jangan paksakan anak untuk menjadi sesuatu yang diinginkan orang tuanya, jangan menekan anak untuk selalu mendapatkan nilai akademik yang hebat dalam matematika padahal sebenarnya anak kita mempunyai kemampuan lebih dalam seni musik dan bahasa. Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk menggali dan mengoptimalkan kemampuan anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki anak.

Di ambil dari berbagai sumber, semoga bermanfaat.

Selasa, 07 Februari 2012

Tips Mengajak Bicara Pada Bayi

PDF Cetak E-mail
1. Jangan Gunakan Kata Ganti
Bayi kecil masih sulit memahami "aku", "saya", "kamu", atau "dia". Itu bisa berarti ayah, ibu, atau nenek, atau bahkan dirinya sendiri, tergantung dari siapa yang mengajaknya berbicara.
Jadi, sebut diri Anda sebagai "Ibu", "Mama", atau "Bunda", tergantung sebutan yang Anda pakai untuk membahasakan diri Anda kepada si bayi. Begitupun sebutan "Ayah", "Kakek", "Nenek", dan lainnya. Anda dan orang lain pun harus menyebut atau memanggil si bayi dengan namanya.

2. Ajukan Banyak Pertanyaan
Penelitian menunjukkan, anak yang orangtuanya banyak berbicara "dengan" mereka dan bukan "kepada" mereka, akan belajar bicara lebih dini. Jadi, beri kesempatan si bayi untuk mengeluarkan suara, apapun jenis suaranya. Salah satunya dengan mengajukan pertanyaan.
Pertanyaannya bisa macam-macam dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Diamkan sebentar setelah Anda mengajukan satu pertanyaan. Tunggu bagaimana reaksinya yang ditunjukkan dengan mengeluarkan berbagai suara. Kala ia merespon, balas kembali. Jikapun ia tak memberi respon, Anda tak usah kecewa. Ajukan saja pertanyaan yang lain.

3. Gunakan Bahasa/Kata Sederhana
Anda boleh menggunakan bahasa bayi seperti "pus" untuk kucing atau "guk guk" untuk anjing, dan lainnya. Yang penting, nantinya Anda menggunakan kata yang sebenarnya. Bahasa bayi, menurut Adi Tagor, tetap bahasa. Hanya artikulasinya lebih sederhana. "Word atau kata bayi tak harus sempurna. Asal ia bisa mengidentifikasikan pada satu benda," terangnya.
Jadi, jangan paksa si bayi mengucapkan kata yang sulit. Kata "mama" dan "papa", misalnya, lebih mudah bagi bayi ketimbang "ibu" dan "ayah". Baik dari segi linguistik maupun fungsi susunannya.
Berbicaralah lebih lambat dan jelas dengan lagu/intonasi yang menyenangkan. Sehingga, si bayi mendapat kesempatan untuk menangkap kata-kata itu dan memahaminya. "Karena semua panca indera baru mengenal, kita beri dosis pelan-pelan. Bicaralah lembut dan jangan bertengkar di depan bayi. Paling cepat usia 2 minggu bayi sudah punya keinginan berkomunikasi. Reaksinya ketawa, dia menangkap dan mencoba meniru, lalu mengoceh. Malah usia sebulan ia sudah bisa mengoceh," papar Adi Tagor.

4. Beri Rasa Tenang
Bayi memiliki bahasa suara instinctual. Artinya, secara naluri ia bisa tahu suara-suara kasih sayang atau bukan. Umumnya ini berhubungan dengan keras-lembutnya suara. Karena itu, jangan bicara pada bayi dengan mengolok atau mengejek, marah, dan kasar. Tapi berilah pujian dengan tulus.
"Kemampuan instinctual sudah ada pada usia 1,5 - 2 bulan. Lewat kedekatan, misalnya dalam gendongan ibu dan lewat suara-suara," terang Adi Tagor. Perasaan ketenangan yang diperoleh saat ini memberi sumbangan pada kemahiran berbahasa atau kemampuan berbahasa yang tumbuh pesat setelah usia setahun.

5. Gunakan Musik Atau Menyanyi
Jangan khawatir bila suara Anda sumbang. Bayi tak akan peduli. Ia akan senang dengan apa pun yang Anda nyanyikan atau musik yang Anda perdengarkan. Umumnya lagu anak-anak bisa diterima oleh bayi. Sambil menyanyi, sertai pula dengan gerakan-gerakan tangan sehingga lebih memberinya makna.
Sering-seringlah mengulangi lagu atau pantun anak setiap hari kendati Anda sudah bosan. Selain si bayi memang suka pengulangan, juga akan membantu proses belajarnya. Ia akan terangsang untuk menirukan meski artinya belum ia mengerti. Pengulangan juga akan membantu bayi mengenali suara-suara khusus. "Mengenal orang lewat timbre atau warna suara, artikulasi, lagu-lagu, intonasi, juga bisa membuat si bayi meniru intonasi bahasa itu," kata Adi Tagor.

6. Pusatkan Pada Kata-kata Tunggal
Setelah si bayi makin besar, mulailah memberi tekanan pada kata-kata tunggal. Misal, "Sekarang Mama akan mengganti popok Adit," sambil Anda mengangkat dan menunjukkan popok kepadanya, "Popok, ini popok Adit." Atau saat Anda berkata, "Sekarang Mama mau membuat jus melon untuk Adit," lalu angkat melon itu dan tunjukkan, "Melon. Ini buah melon."
Tetaplah berbicara dengan bahasa sederhana, jelas, dan lambat. Beri tekanan pada kata-kata yang sering dipakai dalam hidup bayi sehari-hari. Selalu berhenti sebentar sebelum Anda mengatakan kata selanjutnya, agar bayi punya banyak waktu untuk mengendapkan kata-kata Anda.

7. Gunakan Buku & Mainan
Bayi usia di atas 3 bulan sudah bisa diajak "membaca". Gunakan buku cerita bergambar, ia pasti akan tertarik. Tunjukkan gambar-gambar itu sambil dijelaskan. Lalu tanyakan, "Mana bola?", misalnya. Kelak ia akan mampu menunjukkan gambarnya.
Bisa pula dengan menggunakan mainan. Kebanyakan bayi sejak umur 6 bulan suka melihat wajahnya di depan cermin, lalu ia akan mengeluarkan suara-suara dari mulutnya. Beri ia mainan cermin kecil yang pinggirannya terbuat dari plastik. Tapi hati-hati, jangan biarkan ia bermain cermin sendirian.
Jika usianya sudah mencapai 12 bulan, Anda dapat memberinya telepon-teleponan atau boneka yang bisa bicara. Ini akan mendorongnya untuk bercakap-cakap.

8. Kalimat Perintah
Penting bagi bayi untuk belajar mengikuti perintah sederhana. Misalnya, "Cium Mama," atau "Lambaikan tangan," atau "Tolong berikan boneka itu pada Mama," dan sebagainya. Tentu ia tak akan segera melakukan perintah Anda. Dengan pengulangan sambil memberi contoh, lama-lama ia akan melakukannya. Tapi kalau ia sudah "mahir", sebaiknya Anda jangan tergoda untuk memperlakukan ia bak "ikan lumba-lumba" yang sudah dilatih dan meminta ia untuk melakukan "pertunjukan" mutakhirnya setiap kali ada pengunjung.
(Stumbleupon/AnakBayi)

Bagaimanakah melatih Otak Kanan

Pernahkah kita (bahkan sering) tidak percaya diri bahwa kita KREATIF? Itu hanyalah anggapan yang justru menenggelamkan kepercayaan diri kita untuk bertindak kreatif!  Berpikir dan bertindak kreatif adalah suatu upaya untuk menggunakan otak kanan (hemispher otak sebelah kanan) secara lebih aktif. Selama ini, kebanyakan orang hanya menggunakan otak kiri-nya yang berkaitan dengan bahasa, logika, dan simbol simbol dan diarahkan pada pemikiran linear dan vertical (dari satu kesimpulan logis ke kesimpulan logis lainnya).

Secara lebih seimbang, otak kanan yang berkaitan dengan fungsi-fungsi emosi, intuitif, dan spasial serta bekerja berdasarkan kaleidoskop dan berpikir lateral (mempertimbangkan masalah dari semua sisi dan sampai pada hal yang berbeda) merupakan bagian otak yang berperan penting dalam kreatifitas.

Otak kanan akan menghasilkan pemikiran-pemikiran yang tidak konvensional, tidak sistematis, dan tidak terstruktur. Hal ini tidak berarti hasil pemikiran otak kanan merupakan sesuatu yang sembarangan, namun hasil pemikiran otak kanan berkaitan dengan sesuatu yang baru, yang tidak biasa, dan berbeda dari apa yang ada sebelumnya.


1. Selalu bertanya; “Apakah ada cara lain..??” “Dengan begitu, otak kita dipacu untuk mencari alternative-alternatif terbaik!”

2. Menentang kebiasaan, rutinitas, dan tradisi. “nih dia gan,, wajar aja seorang entrepreneur pasti punya latar belakang yang tidak biasa dan menentang tradisi!”

3. Memainkan permainan - permainan mental, berusaha melihat masalah dari berbagai sudut pandang. Ayo gan main rubik! Ngelatih otak n emosi banget tuh!”

4. Menyadari bahwa ada lebih dari 1 jawaban yang benar. “Ini gak boleh dilakukan bagi anak SMA yang sedang ujian pilihan ganda! Karena hanya; PILIHLAH SATU JAWABAN YANG BENAR!”

5. Melihat masalah sebagai batu loncatan untuk menemukan ide-ide baru. “Kalau dapet masalahnya terlalu banayak dan berat, berarti sedang di Uji sama yang DI ATAS! Mending segera tobat n banyak berdo’a deh.. hehe”

6. Melihat kesalahan dan kegagalan sebagai sarana untuk memperoleh keberhasilan. “Jangan dikit - dikit ngeluuuuuuuuh aja kerjaanya! Gak guna!”

7. Menghubungkan ide-ide yang tidak berhubungan untuk menemukan solusi yang baru dan inovatif. “Jangankan menghubungkan ide, ber-ide aja susah.. yang ada juga copas ide!” 

8. Memiliki “keteramplian helicopter” yaitu melihat dari atas dan menyeluruh terhadap berbagai hal rutin yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan kemudian mengambil keputusan yang sesuai dengan masalah yang dihadapi.Lat

Rabu, 01 Juni 2011

Mengajar dengan Creative

Berkembang pesatnya dunia Informasi dan teknologi sekolah sebagai institusi pendidikan di tuntut lebih kreatif, pasalnya ketika sekolah tidak kreatif maka dengan sendirinya sekolah akan di jauhi para orang tua yang akan menyekolahkan anaknya. banyak faktor - faktor pendukung agar sekolah menjadi kreatif. salah saunya adalah memiliki Guru yang Kreatif juga, selain peralatan, kegiata dan kurikulum yang bagus dan kreatif guru juga merupakan faktor yang sangat penting di sebuah sekolah. Para orang tua calon murid akan sangat-sangat memperhatikan bagaimana guru yang ada di sekolah pilihannya sebelum menyerahkan anak kesayanganya dididik. biasanya mereka akan melihat, bagaimana karakter gurunya, gurunya cerdas tidak, kreatif dan baikkah, bagaimana ketika memperlakukan muridnya. nah ketika guru didapati oleh orang tua tidak seperti yang di harapkan, maka orang tua tidak akan memasukan anaknya ke sekolah tersebut.maka gurulah faktor utama untuk kemajuan sekolahnya.

Bagaimana agar menjadi Guru yang Kreatif dan di sukai muridnya :
1. Guru harus suka belajar
loh udah jadi guru kok harus tetap belajar? belajar itu siapa saja, umur berapa saja, dan apapun jabatan atau setatusnya, guru yang suka belajar akan terlihat dari cara mengajar  murid dan berkomunikasi dengan orang lain. apa yang harus di pelajari seorang guru? Perkembangan media akhir-akhir ini, Pelajari materi-materi yang akan di sampaikan ke murid-muridnya misalnya bisa di kembangkan.belajar tknologi, komputer, internet, bahasa Ingris dll

2. Ikuti bermacam-macam pelatihan  dan workshop-workshop
 Jangan hanya mengejar sertifikat, namun kejarlah Ilmunya

3. Saling berkomunikasi dengan guru yang lain
Walaupun beda sekolah, jangan takut di bilang mencontek.

4. Jangan takut berkorban Untuk kemajuan dirninya.

Jadilah guru yang siap bersaing dengan kemajuan komunikasi.

 IKUTI, WORKSHOP dan PELATIHAN GURU SE- INDONESIA

 Tanggal 7 Juli 2011

BOLEH MENGHUKUM ANAK, SELANJUTNYA?....

M enghukum ‘harus’ dilakukan selanjutnya cukup mengancam, tidak perlu dan tidak harus selalu menghukum. Jadi misal anak nakal, dulu kita puk...