Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Februari 2021

BOLEH MENGHUKUM ANAK, SELANJUTNYA?....

Menghukum ‘harus’ dilakukan selanjutnya cukup mengancam, tidak perlu dan tidak harus selalu menghukum. Jadi misal anak nakal, dulu kita pukul pantatnya, sehingga sakit, maka selanjutnya kita cukup berkata: “Kalau nakal terus Papa pukul nanti pantatmu”  Anak tidak suka dipukul, jadi dengan berkata begitu saja, besar kemungkinan anak akan berhenti berbuat salah atau menyadari kesalahannya.  Jadi jangan buru-buru menghukum, jangan terbiasa menghukum, jangan asal menghukum dan jangan langsung menghukum.

Saya menjumpai kasuPresentation1s-kasus dimana anak dikurung di kamar mandi, malah keasyikan main air. Anak dikurung di gudang, malah menghabiskan makanan di gudang dan tidur pulas di gudang.  Anak dipukul pantatnya dan berlari sambil menggoyang-goyangkan pantatnya sambil berkata :”He nggak apa … apa … nggak apa … apa”  Ini terjadi karena terlalu sering dihukum, sudah over dosis.
Contoh:  Misalnya anak bermain dan tidak merapikan mainannya, maka pertama berikan dia ajaran atau nasehat; “Sayang … kalau habis bermain dirapikan ya sayang”  Jika dia tidak melakukan mungkin dia tidak mengerti maka bisa diberikan contoh atau diajak sama-sama merapikan  “Sayang kalau habis bermain… mainan dirapikan ya .. nih mama ajari”  Jika berulang ulang tidak merapikan, kita bisa menghukumnya. Hukuman dilakukan hanya untuk  awal-awal saja mendisiplin anak  dan selanjutnya ‘mengancam’.  Lakukan hukuman, misal pukul pantat satu atau dua kali saja dalam hidup ini, selanjutnya gunakan ‘hukuman’ yang telah dilakukan untuk ‘mengancam’.
Dalam hal mengancam (atau peringatan), jangan mengancam dengan sesuatu yang kita memang tidak  akan melakukannya.
 Contoh;  anak bertengkar di perjalanan, di mobil berebut  tempat duduk dan sebagainya, lalu orang tua mengancam:
Kalau kalian bertengkar terus …Mama akan menurunkan kalian di jalan !”
 Ini ancaman yang ‘mengerikan’ tidak bijaksana, justru membuat anak mempunyai persepsi bahwa orang tuanya ‘sadis’, tidak berperikemanusiaan, tidak memiliki kasih.  Jangan mengancam sesuatu yang tidak akan dilakukan.  Jika  saudara mengancam seperti itu, bisa-bisa anak-anak berbisik-bisik  satu dengan lainnya:
“Mama kita kejam…”  “Ya… kayak  Mama  tiri”    “Jangan-jangan memang Mama tiri”    “OKe …. besuk kita selidiki”
Ancamlah dengan sesuatu ‘yang pernah kita lakukan, misal pukul dan memang jika anak meneruskan kenakalannya kita akan melakukan ancaman tersebut.  Ini cara mengancam yang benar.
Contoh lain, anak berebut chanel TV, dan orang tua mengancam  akan membuang televisi. Ini tidak berhikmat dan tidak produktif.  Bagaimana jika anak sudah bosan dengan TV  kecil atau kuno yang dimilikinya dan dia ingin TV baru seperti milik temannya, jangan-jangan dia akan menantang orang tua nya; “Buang aja”
Ancaman-ancaman yang mengerikan, sesuatu yang tidak akan dilakukan, hanya membuat anak merasakan bahwa orang tuanya bukan sedang ‘mendidik’ tetapi sedang ‘ngamuk’.

 

Kamis, 16 Januari 2020

Anak Saya memiliki Hoby memukul apa yang harus saya lakukan

foto ilustrasi .hibunda.com


Oleh : Kak Pujianto

Salah satu tips mendidik anak adalah  dengan cara memberikan teladan, menurut Ir.Jarot wijanarko Pendiri The happy Holy Kids Edutaimen, dalam bukunya mengatakan “anak-anak adalah peniru ulung, anak akan mengucapkan apa yang dia dengar dan akan melakukan apa yang dia lihat.”
Jadi jangan heran dan bingung kalau suatu hari tiba-tiba anak anda berkata kasar  dan berlaku tidak sopan pada orang lain padahal anda tidak pernah mengajarinya, karena secara tidak sadar ternyata anda pernah melakuka tindakan yang kasar dan tidak sopan kepada pembantu atau suster dan di saksikan oleh anak anda. anak anda akan memelajarinya  dan akan melakukanya juga kepada orang lain atau justru kepada pembantu.
Suatu hari dalam seminar yang saya bawakan di HHK Center beberapa tahun yang lalu, seminar mini yang di khususkan untuk orang tua yang mengantar anak-anaknya melakukan kunjungan ke studio HHK saat itu, ada seorang ibu bertanya kepada saya ”Kak puji.anak saya berumur 15  bulan Belakangan ini  anak saya memiliki  hoby memukul, apa ada saran untuk menghentikanya?
Anak balita umur 13 sampai dengan 36 bulan pada umumnya memang suka memukul, karena itulah cara yang paling sering dilakukan anak untuk menunjukan agresivitasnya.  Apa lagi  bila selama ini banyak film bernuansa kekerasan yang di tontonya di televisi dan mulai menitukan adeganya, Tak heran jika anak merasa kesal, iya lantas mengungkapkanya lewat cara memukul.
Selain karena kemampuan bicaranya masih pas-pasan Balita 13 sampai dengan 36 bulan  memiliki faktor-faktor lain yang menjadi penyebab memiliki hoby memukul, yaitu sifat egosentris  alias masih melihat segala sesuatu dengan sudut pandang sendiri, sarana untuk cari perhatian, upaya membela diri, ataupun karena memiliki energi berlebihan namun bingung mencari  cara guna meluapkan energinya yang berlebihan itu
Saran saya adalah:
·         Cegah prilaku tersebut, saat anak mau memukul, orang tua harus segera menangkap tanganya, Lalu katakan “Stop!! Kamu tau kamu adalah anak baik dan memukul itu tindakan yang tidak baik, karena bisa menyakiti, jangan melakukan itu yah”

·         Beri batasan apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan saat bermain bersama teman-temanya

·         Jelaskan pula kalau ia menginginkan sesuatu yang ada di tangan temanya, mintalah secara baik-baik. Bukanya dengan mendorong atau memukul si teman. Demikian pula jika permainan itu harus antre menunggu giliran maka orang tua menjelaskan kepada anak bahwa dirinya pun harus masuk dalam antrean.

·         Jika anak tetap memukul, orangtua harus segera membawa anak pulang. Jangan menunggu sampai dia melakukannya yang ke 2-3 kali, baru orang tua bereaksi. Berlakulah konsisten.

·         Ajak anak berdialog,Jelaskan, dia boleh bermain mobil-mobilan lagi, asal dia berjanji tidak mengulangi lagi tindakan agresifnya. Cara ini lebih efektif daripada orangtua berteriak-teriak atau bahkan memukul anak.

·         Orang dewasa patut memberikan contoh pada anak, misalnya jangan sampai memotong antrean mobil di jalan, atau ketika berbaris mengambil makanan di acara pesta.

·         Jangan melakukan tindakan yang mirif dengan gerakan memukul, dan jangan biarkan anak anda menonton tontonan yang melakukan adegen memukul

Rabu, 15 Januari 2020

KELUARGA DAN SEKOLAH UNTUK ANAK-ANAK

Tantangan kedepan akan semakin berat, dasyatnya perkembangan digital dan media sosial anak-anak harus benar-banar di suport untuk terus fokus pada pendidikan, pada kemandirian dan karakter yang baik, pasalnya pengaruh dari dunia digital dan sosial media akan sangat dasyat, anak yang tak memiliki dasar yang kuat maka dengan mudah akan terpengaruh. Dimulai dari Keluarga, keluarga harus menjadi pusat terpenting untuk membekali, mendasari kehidupan mereka. setelah keluarga maka sekolah yang juga sangat berperan penting, ketika keluarga dan sekolah bisa menjadi menjadi sumber pendidikan yang baik maka saya percaya anak-anak akan lebih kuat dan mandiri menghadapi perubahan jaman. 

Senin, 07 Oktober 2019

APA ITU CERITA DAN DONGENG

Pengertian Cerita, 
Dongeng dan Metode Bercerita

Cerita adalah rangkaian peristiwa yang disampaikan, baik berasal dari kejadian nyata (non fiksi) ataupun tidak nyata (fiksi).

Kata Dongeng berarti cerita rekaan/tidak nyata/fiksi, seperti: fabel (binatang dan benda mati), sage (cerita petualangan), hikayat (cerita rakyat), legenda (asal usul), mythe (dewa-dewi, peri, roh halus), ephos (cerita besar; Mahabharata, Ramayana, saur sepuh, tutr tinular). Jadi kesimpulannya adalah “Dongeng adalah cerita, namun cerita belum tentu dongeng”.

Metode Bercerita berarti penyampaian cerita dengan cara bertutur. Yang membedakan antara bercerita dengan metode penyampaian cerita lain adalah lebih menonjol aspek teknis penceritaan lainnya. Sebagaimana phantomin yang lebih menonjolkan gerak dan mimik, operet yang lebih menonjolkan musik dan nyanyian, puisi dan deklamasi yang lebih menonjolkan syair, sandiwara yang lebih menonjol pada permainan peran oleh para pelakunya, atau monolog (teater tunggal) yang mengoptimalkan semuanya. Jadi tegasnya metode bercerita lebih menonjolkan penuturan lisan materi cerita dibandingkan aspek teknis yang lainnya.

GURU HARUS PANDAI BERCERITA DI DEPAN ANAK-ANAK, INI PENJELASANNYA

Pernahkah anda membaca atau mendengar sebuah ungkapan ” Seorang Guru yang tidak bisa bercerita, ibarat orang yang hidup tanpa kepala”. Bercerita bagi guru adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki atau di kuasai.

Bercerita bagi guru adalah sebuah cara atau metode yang efektif untuk menyampaikan pesan atau menularkan sebuah pengetahuan bagi anak-anak atau murid dan akan diterimanya dengan senang hati.

Dibutuhkan banyak cerita-cerita yang khusus ditunjukan untuk anak usia dini yang ditulis dari para praktisi pendidikan tersebut atau para penulis cerita yang kompeten di bidangnya agar cerita yang disampaikan mengena pada sasaran bahkan seharusnya cerita yang dibuat secara khusus didasarkan pada material kurikulum pengajaran pada pendidikan AUD yang berlaku, karena pada kenyataanya jarang sekali ditemukan panduan-panduan praktis tersebut padahal pedoman-pedoman tersebut sangatlah dibutuhkan oleh tenaga pendidik di seluruh Nusantara.

Tidak bisa kita pungkiri Pada umumnya banyak guru AUD yang masih terbatas pengetahuannya tentang metode bercerita, teknik bercerita dan tips-tips efektif dalam bercerita. padahal pendidikan anak usia dini sangatlah identik dengan cerita/mendongeng, anak usia dini sangatlah menggemari cerita atau dongeng, bagi pendidikan anak usia dini cerita/dongeng sangatlah efektif untuk mengajar dan memberikan pesan karakter. Mengapa demikian, dengan metode cerita maka yang pertama pesan akan lebih berkesan daripada nasehat murni, sehingga pada umumnya cerita terekam jauh lebih kuat dalam memori manusia. Seperti contoh cerita-cerita yang kita dengar dimasa kecil masih bisa kita ingat secara utuh sampai kita dewasa. Kedua, melalui cerita manusia diajar untuk mengambil hikmah tanpa merasa digurui.

Molai sekarang belajarlah dan lengkapi diri dengan berbagai tips-tips bercerita

Oleh : Kak Pujianto
IG. @anak_ceria_nusantara


Sabtu, 02 Februari 2019

PENTINGNYA ALAT PERAGA UNTUK ANAK USIA DINI

Sahabat guru dimanapun berada, apa kabar? saya berharap anda semua dalam keadaan sehat, baik dan selalu bahagia.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pentingnya alat peraga bagi pendidikan khususnya bagi anak usia dini.

Alat peraga sangatlah di butuhkan dan merupakan komponen paling penting untuk mengajar di kelas anak usia dini. surve pendidikan menjelaskan bahwa penggunaan alat peraga dalam kegiatan mengajar akan membantu daya ingat dan pemahaman diatas 50% (persen) sedangkan tanpa alat peraga anak hanya mampu mengingat dan memahami apa yang di sampaikan hanya 20% ( persen ) selain itu alat peraga juga membatu menarik perhatian anak, membuat antusia anak dalam mengikuti kegiatan belajar.

Bagaimana agar alat peraga efektif di gunakan untuk membantu kegiatan belajar mengajar? tentunya alat peraga yang memenuhi syarat-syarat tertentu. karena tidak semua alat peraga cocok digunakan, nah mari kita lihat persyaratan APE atau alat peraga yang digunakan.

PERSYARATAN APE UNTUK PROSES PEMBELAJARAN  DI TK/PAUD :

1.Mengandung nilai pendidikan
cocok di setiap tema pendidikan, sesuai dengan tema pembahasan dalam pembelajaran, jangan
memaksakan menggunakan APE kalau memang tidak ada hubunganya.

Sabtu, 19 Januari 2019

SETIAP ANAK PANDAI

Setiap orang mempunyai kemampuan dan kombinasi kecerdasan yang berbeda-beda. Ada yang mempunyai IQ yang tinggi, ada yang pandai menyanyi, ada yang pandai melukis, ada yang pandai musik, dan lain-lain.
Tingkat kemampuan seseorang pun berbeda dengan orang lain. Jangan sedih karena kemampuan anak kita dalam bidang tertentu agak kurang. Tapi yang jelas, setiap orang pasti mempunyai kepandaian atau keahlian dalam bidang tertentu. Bahkan saya lebih senang mengatakan SETIAP ANAK PANDAI!

Kalau kita perhatikan, orang-orang yang sukses belum tentu orang yang pandai secara intelektual atau baik secara fisik. Banyak unsur-unsur yang membuat seseorang berhasil dalam hidupnya. Berikut ini saya akan menceritakan kisah dari beberapa anak cacat, yang akhirnya meraih keberhasilan.
Ayah dari anak ini tidak bekerja dan tidak mempunyai latar belakang sekolah formal. Sedangkan ibunya seorang guru. Ia lahir di Port Huron, Michigan, dan diperkirakan IQ-nya 81 (bodoh). Anak ini didaftarkan ke sekolah dua tahun lebih lambat karena penyakit jengkering (scarlet fever) dan infeksi pernafasan. Akibat penyakit ini maka dia berangsur-angsur menjadi tuli. Dia dikeluarkan dari sekolah setelah bersekolah selama 3 bulan, dan gurunya menyatakan bahwa dia adalah anak yang terbelakang. Ia senang seluk-beluk tentang mesin. Ia juga suka untuk bermain dengan api dan pernah dia bermain api sampai membakar gudang ayahnya. Orang ini cekatan tapi kalau dia berbicara tata bahasanya jelek sekali. Namun demikian dia sangat ingin sekali menjadi ilmuwan atau seorang ahli per-kereta-api-an. Tahukah Anda, siapa anak ini? Anak ini kemudian menjadi salah satu penemu yang terbesar di dunia. Namanya: Thomas A. Edison yang menemukan lampu.
Ada seorang Yunani yang melamar pekerjaan pada suatu kantor. Pada saat wawancara, pewawancara senang dengan kepribadian orang ini dan setuju kalau orang ini bekerja. Namun setelah ditanya, ternyata orang ini tidak bisa membaca maupun menulis. Dia hanya bisa menulis namanya sendiri. Padahal pekerjaan yang sedang dibutuhkan yaitu tukang ketik. Jadi terpaksa lamaran orang ini ditolak.
Tentunya orang ini sedih karena tidak diterima kerja. Singkat cerita orang ini pergi ke Amerika dan tinggal di sana. Di Amerika dia berusaha dan usahanya terus meningkat sampai akhirnya dia menjadi seorang pengusaha yang berhasil. Seorang wartawan ingin menuliskan tentang pengusaha yang berhasil ini. Saat bertemu dan berbincang-bincang, wartawan ini kaget karena ternyata pengusaha ini tidak bisa membaca dan menulis. Dia hanya bisa menulis namanya saja. Wartawan ini berkata, “Wah, Bapak ini luar biasa sekali. Dalam keadaan tidak bisa membaca dan menulis begini, Bapak bisa sukses dan menjadi seorang pengusaha” Kemudian wartawan ini melanjutkan: “Apalagi kalau Bapak dari sejak kecil bisa membaca dan menulis, pastilah Bapak akan jauh lebih berhasil dari sekarang.” Mendengar pernyataan wartawan ini, justru pengusaha ini menggelengkan kepalanya dan mengatakan, “Tidak, tidak! Kalau saya bisa membaca dan menulis dari sejak kecil, saya tidak akan menjadi pengusaha tapi saya akan menjadi tukang ketik.”
Setiap kita pasti mempunyai kemampuan pada beberapa bidang tertentu. Yang harus kita lakukan yaitu mengetahui dimana kemampuan kita dan pakailah kemampuan tersebut serta kembangkan terus. Jangan terlalu konsentrasi kepada kelemahan kita. Charles Allen berkata: “Ingatlah bahwa Anda dibutuhkan. Paling tidak ada satu pekerjaan penting yang harus Anda kerjakan, dan pekerjaan itu tidak akan beres kalau bukan Anda yang mengerjakannya.”
Bob Butera, mantan presiden tim hockey New Jersey Devils, ditanyakan pendapatnya tentang rahasia menjadi pemenang/ orang yang berhasil. Ia menjawab, “Yang membedakan pemenang dengan pecundang adalah bahwa pemenang itu selalu berkonsentrasi pada apa yang dapat diperbuatnya, bukan pada apa yang tak dapat diperbuatnya. Jika seorang adalah pencetak gol yang hebat namun bukan pemain skate yang baik, kami suruh dia untuk hanya memikirkan golnya saja — jangan pernah memikirkan orang lain yang lebih pandai main skate daripadanya.”
Kenyataan dan sejarah membuktikan, justru orang-orang yang sukses ternyata mempunyai banyak kelemahan secara fisik. Sebuah penelitian terhadap tiga ratus orang yang sangat sukses, mengungkapkan bahwa 25% punya cacat, seperti kebutaan, ketulian, atau kelumpuhan anggota badan. Beberapa di antaranya: F. Roosevelt lahir lumpuh, Hellen Keller buta sejak kecil, Glenn Cunningham pernah terbakar sampai parah sehingga dokter mengatakan tidak bisa berjalan lagi tapi pada tahun 1934 dia membuat rekor dunia lari satu mil.
Juga, tidak sedikit orang yang sukses justru mempunyai kondisi fisik yang kurang “menguntungkan” dalam bidang yang diterjuninya itu. Tapi itu semua tidak menghalangi keberhasilan mereka, karena mereka tidak melihat kelemahan mereka. Mereka memiliki ‘kecerdasan’ di bidang lain menutupi ‘kekurangan’ mereka di sisi fisik. Biasanya yang cacat secara fisik memiliki ‘kecerdasan batin’ (kita sekarang mengenalnya sebagai EQ dan ESQ) yang lebih kuat.
Ketika, pianis besar Polandia, Ignace Paderewski mula-mula memilih untuk belajar main piano, guru musiknya mengatakan kepadanya tangannya terlalu kecil untuk menguasai tuts piano. Ignace memiliki ‘hati’ yang besar!

Demosthenes adalah seorang yang gagap. Suatu ketika orang tuanya meninggal. Untuk mewarisi harta dari orang tuanya, dia harus berbicara di dewan kota. Karena dia tidak berani dan tidak bisa berbicara maka hartanya jatuh ke orang lain. Dia bertekat untuk belajar berbicara di depan umum. Dia mengisi mulutnya dengan batu-batu dan berjalan-jalan di tepi pantai sambil berteriak kepada ombak sehingga, meski cacat, akhirnya ia menjadi seorang ahli pidato terkenal di Yunani.
Bagi Inggris, Nelson adalah seorang pahlawan laut terbesar. Tapi ia tidak pernah bisa mengatasi mabuk lautnya yang menyerangnya ketika ia pertama kali naik kapal dan terus-menerus terjadi bila ia naik kapal. red Kak Puji

Senin, 14 Januari 2019

JANGAN MENGELUH PAHLAWANKU

Mengajar dengan Hati
Jadilah guru yang mendidik, bukan hanya pandai mengajar tetapi harus cakap mendidik muridnya, didik anak bukan hanya cerdas akademisnya tetapi yang lebih penting adalah cerdas karakternya. 

Jadilah guru masa kini, guru yang bukan hanya mau di dengar tetapi juga mau mendengarkan kesulitan yang dihadapi oleh muridnya, karena inilah sebenarnya Prinsip dasar yang tidak boleh dilupakan. menjadi guru masa kini memang harus totalitas, harus dengan hati.


Guru adalah Seorang Pemimpin

Seorang guru adalahseorang pemimpin. Yang cara berpikir, sikap mental dan prilakunya yang tercermin dalam keseharian di depan dan diluar kelas, menjadi contoh teladan bagi anak anak yang berada diasuhnya.Seorang yang tidak dapat memimpin dirisendiri, mustahil akan dapat menjadi seorang guru yang baik.

Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud menggurui, hanya sekedar saling mengingatkan, bahwa seorang guru, adalah sosok yang seharus patut ditiru ,prilakunya.Beruntung masih cukup banyak guru  yang patut menjadi teladan ,namum masih cukup banyak yang berdiri sebagai pengajar. Semoga kedepan setiap sosok yang berdiri mengajar di depan kelas adalah seorang guru.

Selamat Hari Pendidikan Nasional

Selasa, 24 April 2018

Takut Mengaku Salah

Tanpa disadari, orangtua terkadang bereaksi terlalu keras terhadap tindakan balita yang dianggap salah. Akibatnya ia takut mengakui kesalahannya dan akan sering mengalihkan kesalahan pada adik atau hewan peliharaan.
Melihat mug cantik oleh-oleh sahabat Anda pecah, balita 4 tahun menjawab, “Kucing yang mecahin, Ma…”, ujarnya sambil menunjuk kucing yang sedang tertidur di sudut ruangan.
Paham konsekuensi

Kemampuan anak mengalihkan kesalahannya pada pihak lain biasanya muncul pada usia 3 - 5 tahun. Ini terjadi bisa karena balita dalam taraf coba-coba. Ia pun lantas mencoba mengelabui orang tuanya.
Anak ingin tahu bagaimana reaksi mama atau papanya jika tidak mengakui namun mengalihkan kesalahannya. Syukur-syukur orang tua percaya kibulannya. Dengan cara ini balita biasanya juga mencari perhatian.

Namun, bisa juga ia berbohong karena memahami konsekuensi perilakunya. Ia memilih menunjuk pihak lain karena takut akan konsekuensi dari tindakannya. Mungkin dalam pikiran anak terbesit hukuman apa yang akan diterimanya jika ia berkata jujur, sehingga mau tidak mau, mereka mencari sasaran sebagai kambing hitamnya karena yang aman untuk menjaga kerahasiaan tindakannya.
Korban yang dijadikan kambing hitam oleh anak-anak usia ini umumnya orang atau sesuatu yang dianggapnya aman, atau dianggap tidak mungkin mengadukan yang sebenarnya. Misalnya, adik bayi atau binatang yang kebetulan ada di tempat kejadian, seperti kucing atau kelinci.
Hadiah kejujuran

Jangan panik jika balita 4 tahun berperilaku demikian. Pahami penyebabnya mengapa ia melakukan ini. Apakah anak sedang mencoba mendapatkan perhatian Anda, atau jangan-jangan ia terlalu takut dengan konsekuensi yang biasa Anda terapkan.
Reaksi keras umumnya justru membuat balita semakin segan untuk mengaku. Telaah kembali hukuman yang biasa Anda terapkan. Apakah terlalu berat buat anak atau reaksi Anda malah membuatnya takut.

Ajaklah balita 4 tahun bicara dengan nada tenang. Jelaskan pentingnya kejujuran. Beri pemahaman bahwa Anda sangat menghargai jika ia mau berkata jujur. Katakan bahwa kejujuran lebih penting dari benda yang ia pecahkan. Namun Anda harus konsisten dengan perkataan tersebut. Jika terulang lagi dan balita berkata jujur, Anda harus menghargai kejujurannya. (WIT)
Sumber www.parenting.co.id

Senin, 30 Oktober 2017

CARA MEMBUAT PROSES BELAJAR YANG MENYENANGKAN

Oleh : Kak Pujianto SPd

Bagaimana sih agar kegiatan belajar menjadi proses yang menyenangkan bagi ke duabelah pihak tentunya pihak yang di ajar dan yang mengajar? mudah kok, bagaimana caranya? caranya sangat mudah karena sebagian teman-teman guru sebenarnya bisa melakukannya dan caranya bukan cara yang membutuhkan kursus atau wokshop yang berhari hari, lalu bagaimana?

1. Jadilah guru yang bergairah
Jangan jadi gur yang loyo, kenapa banyak guru loyo bahkan terlihat sangat lelah, mukanya cemberut dan jauh dari gaerah. Guru yang tidak bergaerah akan membuat kelas tidak menyenangkan, ingat keceriaan anak-anak itu di pengaruhi oleh guru yang bergaerah.

2. Guru harus berfikir positif
Jangan mudah berfikir negatif, tapi berfikir positif, kalau pikiran kita positif maka biasanya apa yang kita kerjakan akan menghasilkan yang positif, pandang anak-anak dengan positif, pandang rekan guru di sekolah kita dengan positif, jangan mudah berprasangka buruk dengan orang lain termasuk dengan anak-anak didik kita

Selasa, 19 September 2017

TIPS MENDIDIK ANAK BUAT ANDA YANG SIBUK



Berfokus pada pendidikan anak Anda telah menjadi hal yang lebih penting sekarang daripada sebelumnya. Anda tidak hanya memastikan bahwa anak-anak Anda pergi ke sekolah terbaik tetapi juga memastikan bahwa pendidikan mereka menyediakan mereka dengan segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk masa depan.
Banyak orang tua merasa sulit untuk memperhatikan pendidikan anak-anak mereka, terutama untuk orang tua yang bekerja. Tapi orang tua harus bersedia berkorban demi kemajuan pendidikan anaknya. Lihatlah beberapa tips berikut ini yang akan membantu Anda memastikan bahwa anak Anda menerima jenis pendidikan yang diajarkan dengan benar.

Senin, 22 Mei 2017

Saat Anak Kepergok Nonton Film Porno, Apa yang harus di lakukan?

Syok luar biasa pastinya, ketika Anda mendapati si praremaja Anda sedang asyik menonton adegan-adegan erotis film porno di layar laptop. Anda spontan berteriak, sementara si praremaja mematung dengan wajah tak berdaya, merasa bersalah, sekaligus ketakutan. Ya, rasanya memang campur aduk, antara tak percaya, marah, gemas, dan takut. Sebagai orang tua, Anda juga merasa bersalah karena tak bisa menjaga dan melindungi anak dari pengaruh buruk.

Sekadar marah-marah dan melarang  jelas bukan solusi bijaksana. Apalagi, seks sesungguhnya bukanlah perbuatan kotor dan menjijikkan yang perlu dijauhi, apalagi dihindari manusia. Justru sebaliknya, seks adalah perbuatan alamiah sebagai sarana reproduksi manusia dan ungkapan kasih sayang dua orang yang saling mencintai.

Minggu, 21 Mei 2017

BILA ANAK ANDA BICARA KASAR COBA LAKUKAN 10 Hal Ini



PERTANYAAN :
Apa yang bisa di lakukan ketika anak balita suka berkata kasar?

JAWABAN
Anak sering bereksperimen dengan kata, dan sangat ingin tahu bagaimana orang dewasa akan bereaksi. 
Hampir semua anak pernah mengatakan atau mengekspresikan kata kasar. Meski begitu, sering kali ia tidak tahu arti kata yang diucapkan. Bisa jadi, ia hanya mencari perhatian Anda, merasa senang atau bangga melihat reaksi ‘kaget’ dan perasaan tidak nyaman orang dewasa akibat perilakunya itu. Itulah pendapat dari Yapina Widyawati seorang psikolog dari Fakultas Psikologi UNIKA Atma Jaya, Jakarta yang di lansir parenting.co.id

Senin, 20 Maret 2017

Bolehkah Menghukum Anak Kita


Kalau ada pertanya anak Bolehkah kita menghukum anak kita sendiri, atau anak didik kita di sekolah? Saya menjawab boleh dan silahkan.
 

Boleh menghukum tapi tau waktunya kapan dan berapa lama, mari kita bahas tentang menghukum dan apa yang harus kita perhatikan.

SATUAN WAKTU

      Satu konsep tentang hukuman adalah adanya satuan waktu.   Kalau kita menghajar setiap waktu itu bukan mendidik, bukan mendisiplin anak, tetapi ngamuk dan amarah, itu hoby atau kebiasaan, bahkan perilaku yang keluar dari hati yang jahat.  Jika orang tua menghajar setiap waktu, anak tidak akan hormat  tetapi takut, kita perlu membuat anak hormat dengan orang tua dan bukan takut dengan orang tua.

      Kapan kita mendisiplin anak ? Saat anak berbuat yang melanggar aturan, etika, norma atau hukum yang kita buat.  Seberapa lama kita mendisiplin anak ?  Sesuai fungsi hukuman adalah untuk menyadarkan kesalahan, jika anak sudah merasa salah maka kita harus berhenti menghukumnya.  Jangan anak sudah merasa dan menyadari kesalahannya, kita masih ngomel, marah, berteriak-teriak, karena kita merasa belum selesai berbicara, belum puas. “Lihat mama, mama belum selesai biacara! ...bla bla bla.....”  Dan kita berbicara terus ‘nyerocos’ sampai puas.  Ini tidak mendidik,  ini amarah.

      Misal kita menghukum dengan ‘memarahi’ selama 5 menit, anak sudah menyadari kesalahannya, dan kita tetap meneruskan ‘didikan’ kita, sampai 15 menit, ini justru merusak fungsi didikan di 5 menit pertama tadi.  Karena anak bisa saja mendengar yang kita ucapkan, tetapi dalam hatinya mereka berkata;

“Mama bawel, mama bawel…   .!”
“Emangnya gue pikirin!” 
“Banyak omong lu ... emangnya gue dengerin... ”

      Anak tidak jadi menyadari kesalahannya, tetapi justru membenci atau kepahitan, merasa diperlakukan tidak adil atau diperlakukan seperti ‘anak kecil’.
      Janganlah marah berubah menjadi amarah (atau marah-marah), menjadi dendam, menjadi menyerang pribadinya dan bukan kesalahannya.  Biarlah marah adalah bagian mendidik, yang dilakukan secara sadar dan terkendali, ada satuan waktu dan ukurannya.

      Orang bijak berkata: “Boleh marah, tetapi jangan sampai matahari terbenam dan masih ada amarahmu”  Orang Jawa di kampung saya sering berkata; “Kalau sudah Mahgrip jangan marah-marah nanti ada setan lewat”

      Saya  menasehati, supaya marah tidak berubah menjadi dosa, marah ada waktunya, tidak boleh terus terbawa hingga esok hari, artinya menjadi kebencian atau dendam.  Jangan  sampai  menjadi ‘persepsi’ kita akan anak tersebut.  Anak bisa berbuat kesalahan, tetapi tidak berarti itu kepribadian anak, karena kepribadian sendiri bisa dibentuk dengan cara mendidik yang benar.  Jika membangun persepsi yang salah tentang si-anak dan setiap kali marah, selalu mengungkit ungkit kesalahan sebelumnya untuk memperkuat argumen kita, bahwa anak ‘memang begitu’, maka ini berbahaya, karena anak akan menjadi ‘begitu’ karena dipersepsikan ‘begitu’.

Kamis, 06 Oktober 2016

GURU JAMAN DAHULU VS JAMAN SEKARANG

Pujianto & Beberapa sumber
Banyak guru mengeluh karena tugas guru jaman sekarang sangatlah banyak. 
Guru tidak hanya mengajar di depan siswa, tapi masih harus memikirkan masalah administrasi yang sangat banyak seperti program semester, RPP, dll. 
Selain itu masih ada juga tuntutan moral guru sebagai seorang pendidik yang diharapkan mampu menanamkan nilai dan budi pekerti yang baik ke anak-anak. Dengan tuntutan pekerjaan yang begitu banyak, ironisnya penghargaan kepada profesi guru itu semakin berkurang. 
Itulah Tuntutan guru di jaman sekarang, banyak guru yang mengeluh bahkan marah ketika menghadapi tekanan termasuk tekannan bagi orang tua murid yang seringkali menuntut lebih agar anak-anaknya nyaman dan berprestasi
Berbeda dengan Guru-guru jaman dulu, jaman dahulu guru sangatlah dihormati, baik oleh murid-muridnya maupun oleh masyarakat. Guru masih dianggap sebagai pekerjaan yang mulia dan terpandang. Derajat guru dalam sosial masyarakat bahkan terkadang lebih ditinggikan dibanding konglomerat di daerah itu.

Sabtu, 07 November 2015

TIPS MENJADI GURU PAUD YANG KREATIF

Foto : Pelatihan guru PAUD se pangkalan bun
BAGAIMANA MENJADI GURU YANG KREATIF 
Ada 12 tips untuk menjadi guru yang kreatif, salah satunya adalah :

1. MEMILIKI MOTIFASI ATAU TUJUAN YANG BENAR


Motifasi berhubungan dengan tujuan,  Motifasi/Tujuan yang benar akan mengantarkan guru menjadi pribadi yang kreatif.

Apapun  pekerjaan atau profesi seseorang apabila  memiliki tujuan yang benar maka akan menghasilkan sesuatu yang benar, hal yang paling penting sebelum seseorang melakukan pekerjaan atau kegiatan hendaknya tau tujuan apa yang akan di capai. Apa motifasi atau tujuan anda memilih menjadi guru paud?
Apakah karena suka sama anak-anak? kalau hanya sekedar suka, apalagi suka anak karena anak-anak wangi, menyenangkan, lucu?

Kalau itu jawababnya anda  maka anda akan kecewa, coba kalau ternyata anda menemukan anak yang ingusan, pipis sembarangan, buandel dan mudah di atur? 

Bagaimana dengan anda seorang guru PAUD, Apa Tujuan anda memilih menjadi guru PAUD? Target apa yang ingin anda capai.

TUJUAN ANDA INGIN ANAK DIDIK ANDA BISA NYANYI
Kalau anda ingin melihat anak didik anda bisa nyanyi dengan benar, maka saya yakin anda akan mengajarkan menyanyi dengan benar, bagaimana anda mengajarkan cara menyanyi dengan benar? saya yakin anda akan belajar terlebih dahulu cara menyanyi yang benar.  

TUJUAN ANDA INGIN MELIHAT ANAK DIDIK KREATIF
Saya yakin anda akan membekali diri anda terlebih dahulu dengan hal-hal yang kreatif, anda akan belajar darimana saja, dari media apa saja agar anda kreatif bukan?.


JADI MILIKILAH TUJUAN DENGAN BENAR
Sekali lagi Tujuan/Motifasi anda yang akan menentukan kreatifitas anda.

Apakah motifasi anda sekarang?

SENANG  SAMA ANAK KECIL
Senang sama anak kecil tidaklah salah, justru itu modal utama seorang guru PAUD, saya membayangkan seandainyai anda seorang guru PAUD tapi tidak senang dengan anak, maka saya yakin anda akan mengalami masalah yang sangat berat bahkan anda akan stres setiap hari.
Pertanyaan selanjutnya adalah  kenapa anda senang dengan anak kecil? mukin sebagian orang berkata dan menjawab " saya senang anak kecil karena anak kecil itu wangi, lucu dan menggemaskan."
saya yakin anda juga tidak akan bertahan lama menjadi guru, kenapa? karena tidak semua anak kecil itu lucu, wangi dan menggemaskan, bagaimana kalau saat anda sedang mengajar ada anak kecil yang ingusan, pipis di celana dll.masih mau ngak  menjadi guru PAUD.


UANG?
Jangan jadi guru PAUD kalau tujuanya hanya ingin mencari uang, kalau anda ingin mencari uang saya sarankan anda berbisnis saja, atau jadi pengusaha, sangat mengerikan apabila anda mengajar mau menjadi guru PAUD hanya karena anda hanya ingin mendapatkan uang, saya yakin setiap hari yang ada dalam pikiran anda hanya uang-uang dan uang, tidak ada waktu untuk belajar/mengisi otak anda dengan hal-hal yang kreatif, bukan hanya itu saya juga bisa memastikan kalau tidak lama lagi anda akan kecewa.

Guru juga butuh uang, untuk transportasi, makan dan lain sebagainya, akan tetapi kalau tujuan untama anda hanya karena uang maka anda tidak akan kreatif selamanya.


11 TIPS SELANJUTNYA

11 tips selanjutnya bisa anda dapatkan melalui E-BOOK Lengkap.
anda bisa menghubungi kami sekarang juga.

WA. 0812 8641 0808
email : pedomangurukreatif@yahoo.com

di bawah ini paket E-book yang anda bisa miliki,
silahkan Pilih Paket E-book di bawah ini;

1.  Profesi Guru
2. Kompentensi guru
3. Strategi pembelajaran
4. 50 Permainan untuk anak TK/PAUD
5. Membuat aktifitas dengan ballon
6. Membuat aneka boneka jari
7. Tips mempromosikan sekolah yang efektif
8. 35 Tanya jawab tentang kenakalan anak
9. Makanan yang mencerdaskan bagi anak usia dini
10. Puppet Show


WA. 0812 8641 0808
email : pedomangurukreatif@yahoo.com

Rabu, 15 April 2015

MENJADI GURU PAUD HARUS KREATIF, BAGAIMANA CARANYA?


Menjadi guru PAUD/TK harus kreatif, kalau di bilang "wajib" ya memang wajib, kenapa? karena guru yang kreatif akan sangat efektif. guru yang kreatif akan mudah di sukai oleh anak-anak didiknya, anak akan menempel kaya prangko.

Bu Ani adalah guru TKA, hampir setiap hari ani, budi dan ilham selalu menunggu kehadiranya, bahkan sesampainya di sekolah bu andi di glendoti ketiga bahkan murid yang lain, kalau bu ani bercerita atau mendongeng anak-anak seperti tidak mau ceritanya selesai, apalagi kalau bu ani membuat prakarya tidak ada seorangpun murid yang bermain sendiri.

Kenapa demikian, karena bu ani guru yang kreatif, kalau anak sudah mau nempel maka apapun yang akan kita sampaikan pada anak akan mudah di ikuti.

Bu ani sangat di tunggu tunggu  muridnya, kenapa karena dia guru yang kreatif. sebaliknya guru yang tidak kreatif akan membuat muridnya tidak betah di kelas apalagi kalau sudah tidak kreatif di tambah lagi galak hemmm, bukan tidak lagi di sukai malahan muridnya tidak mau datang kesekolah.

Guru yang kreatif juga efektif sebagai daya tarik dan promosi sekolah, kita tidak perlu membuang biaya untuk memasang iklan di TV, reklame di jalan-jalan, iklan dimajalah kenapa, karena orang tua murid akan menceritakan ke orang tua yang anaknya belum di sekolahkan di sekolah anda. ( bisa baca di tips promosi sekolah yang efektif )

Jadilah guru yang kreatif, karena tidak bisa kita pungkiri media diluar sekolah menawarkan segudang kreatifitas, permainan, games yang sangat-sangat kreatif dan sangat menarik perhatian anak-anak mgelalui berbagai media, gadget seperti HP, Android, playstasion bahkan internet.

Mari persiapkan diri, bekali diri dengan metode metode yang menarik dalam mengajar anak AUD, agar anak-anak tertarik,ingat, saat anak tertarik disitulah guru bisa menyampaikan pelajaran dan pesan karakter dengan leluasa.

BERMAIN

Usia dini adalah usia bermain bukan usia sekolah maka bermain adalah kebutuhan setiap anak, guru harus menyajikan sebuah kegiatan belajar melalui permainan atau dengan cara bermain. istilah disekolah TK/PAUD bukan belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar tapi belajar melalui atau dengan bermain atau permainan, bukan belajar sambil bermain.
PAUD/TK adalah masa pra- sekolah bukan sekolah yang sebenarnya. anak baru latihan sekolah, agar nanti pada saatnya sekolah yang sebenarnya tidak kaget, anak baru latihan bangun pagi, latihan belajar, baru mengenal hufuf belum belajar membaca, baru mengenal angka dan mulai belajar berhitung bukan belajar matematika, jadi tidak boleh dipaksa untuk bisa membaca, tidak boleh di paksa untuk menghitung  menjumlahan, perkalian seperti anak yang sudah masuk di sekolah dasar. anak yang di paksa di pra sekolah maka dalam tingkat SD kelas 3-4 biasanya anak sudah mulai bosen, dari bosen membaca, stress dan tidak sedikit membrontak, males bangun pagi, males belajar dan males datang ke sekolah, sekolah akan menjadi kegiatan yang menyebalkan.

Guru PAUD harus bisa menemukan metode-metode dalam kegiatan belajar misalnya metode cara membaca dan berhitung. 

Dalam mendisiplinkanpun bukan di paksa untuk disiplin tetapi belajar disiplin dari mulai hal yang kecil seperti cuci tangan sebelum makan, berdoa sebelum belajar, berbaris sebelum masuk kelas dan memberi salam sebelum pulang.

Carilah metode-metode yang kreatif untuk mengajar anak usia dini agar anak akan merasa senang di dunianya. ingat anak usia dini itu akan melakukan apa yang dia lihat dan menirukan apa yang dia dengar, sedangkan guru itu di gugu lan di tiru ( di ikutin dan di tirukan ) jadi belajarlah kreatifitas yang baik dan miliki karakter yang baik pula agar anak akan meniru yang baik.


BAGAIMANA MENGAJAR KAN CALISTUNG 
PADA ANAK USIA DINI 

1. Lewat permainan, tebak huruf, tebak angka, tebak warna, tebak
      bentu, lomba cari huruf dan angka, kumpulkan balok angka, 
    menyusun angka dan huruf, tendang angka dan huruf dan 
    lain-lain yang intinya anak-anak akan mengenal berbagai angka 
    dan huruf.

2. Tebalkan Hufuf dan angka 

     Buatlah hufuf dengan garis yang tipis, kemudian suruhlah anak 
     untuk menebalkan dan menyebutkan huruf/angka apakah itu, 
     ulangi terus menerus.

3. Melihat suku kata bukan di eja, misalnya kuda, bukan di eja
            K-U = KU dan D-A = DA bukan seperti itu tapi, KU dan DA 
    kuda berikan gambarnya KU dan DA menjadi KUDA
 

4. Lengkapi huruf yang hilang, misalnya KU_A atau AN_SA dan
    lain lain. mulailah dari satu huruf, besok dua huruf dan 
    seterusnya sampai dengan satu suku kata, dan tetap sertakan   
    gambarnya

5. Tempelkan huruf, angka dengan warna bentuk yang cocok, atau  
     cocokan suku kata dengan gambar yang cocok.

6. Hitunglah benda di sekitar anak

    (Selanjutnya bisa buat kegiatan Outbound Kalistung)


Ciri-ciri guru kreatif:
1. Mengerti dan sadar kalau dilrinya adalah seorang guru
Guru yang yang tidak sadar kalau dirinya adalah seorang guru maka akan cenderung acuh dengan profesinya, tidak memiliki tujuan ke depan

2. Mau melangkah dan terus mencoba hal yang baru
Langkahnya tidak akan berhenti sampai menemukan hal yang baru, dia akan terus mencoba dan mencoba. kegagalan bagi dirinya adalah momen yang berharga untuk mencapai kesuksesan

3. Tidak gampang puas
Kepuasanya adalah ketika melihat anak didiknya kreatif

4. Terus belajar
Belajar dari berbagai media, literature, alam, tempat wisata bagkan dari teman, anak didik dan semua yang di lihat adalah sesuatu yang penting untuk di pelajari.

5. Tidak malu (Muka tebal hati suci )
Seakan akan urat malunya putus, tidak kenal malu saat didepan murinya, muka tebal hati suci artinya tidak punya malu untuk memberikan contoh, mengajar anak dan memiliki hati yang tulus serta ikhlas







BOLEH MENGHUKUM ANAK, SELANJUTNYA?....

M enghukum ‘harus’ dilakukan selanjutnya cukup mengancam, tidak perlu dan tidak harus selalu menghukum. Jadi misal anak nakal, dulu kita puk...